Connect with us

Hi, what are you looking for?

Hikmah

Rahasia Menjadi Muslim yang Disukai Allah

Sebagai seorang Muslim, tujuan utama hidup kita adalah untuk memperoleh keridhaan Allah SWT. Namun, bagaimana kita dapat mencapainya? Jawabannya terletak dalam bagaimana kita hidup sehari-hari sebagai seorang Muslim yang menyenangkan hati Allah. Menjadi Muslim yang menyenangkan bukanlah tugas yang mudah, tetapi itu adalah tujuan yang mulia yang setiap orang Islam harus berusaha capai. Di dalam Al-Quran dan hadis, kita dapat menemukan petunjuk yang jelas tentang bagaimana cara menjadi seorang Muslim yang menyenangkan. Artikel ini akan menjelaskan beberapa langkah praktis yang dapat kita ambil untuk mencapai tujuan tersebut.

1. Taqwa: Kunci Utama

Taqwa, atau kesadaran dan ketaatan kepada Allah, adalah kunci utama untuk menjadi seorang Muslim yang menyenangkan. Taqwa mendorong kita untuk melakukan kebaikan dan menjauhi kemungkaran. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran, “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS. Yunus: 57). Taqwa membawa kita kepada keselamatan dan keberkahan dalam hidup ini dan di akhirat.

2. Akhlak yang Mulia

Salah satu ciri yang paling penting dari seorang Muslim yang menyenangkan adalah memiliki akhlak yang mulia. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR. Ahmad). Akhlak yang mulia mencakup sifat-sifat seperti kesabaran, kejujuran, kedermawanan, dan pengampunan. Ketika kita berinteraksi dengan orang lain, baik Muslim maupun non-Muslim, akhlak yang mulia adalah cerminan dari iman kita dan menjadi jalan untuk mendekatkan orang kepada Islam.

3. Kebajikan dalam Perbuatan

Menjadi seorang Muslim yang menyenangkan juga berarti melakukan kebajikan dalam perbuatan kita sehari-hari. Rasulullah SAW bersabda, “Seorang mukmin yang sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya, dan sebaik kalian adalah yang terbaik kepada istri-istrinya” (HR. Tirmidzi). Kita harus berusaha untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat, membantu orang-orang yang membutuhkan, dan berusaha untuk meninggalkan jejak kebaikan di mana pun kita berada.

4. Ibadah yang Konsisten

Ibadah yang konsisten adalah salah satu ciri khas dari seorang Muslim yang menyenangkan. Ibadah tidak hanya terbatas pada shalat lima waktu, tetapi juga meliputi puasa, zakat, haji, dan berbagai bentuk ibadah lainnya. Rasulullah SAW bersabda, “Amal perbuatan yang paling dicintai Allah SWT adalah yang terus menerus dilakukan, meskipun sedikit” (HR. Muslim). Dengan menjaga konsistensi dalam ibadah, kita memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT dan meningkatkan kualitas iman kita.

Advertisement. Scroll to continue reading.

5. Sikap Tawadhu’ dan Kerendahan Hati

Sikap tawadhu’ dan kerendahan hati adalah sifat-sifat penting yang harus dimiliki oleh seorang Muslim yang ingin menyenangkan hati Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang merendahkan dirinya karena Allah, maka Allah akan meninggikan derajatnya” (HR. Muslim). Dengan merendahkan diri dan mengakui bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah anugerah dari Allah, kita dapat menghindari kesombongan dan memperoleh keridhaan-Nya.

Kesimpulan

Menjadi seorang Muslim yang menyenangkan adalah tujuan mulia yang harus menjadi perhatian setiap Muslim. Dengan memperkuat taqwa, mengembangkan akhlak yang mulia, melakukan kebajikan dalam perbuatan, menjaga konsistensi dalam ibadah, dan memiliki sikap tawadhu’ dan kerendahan hati, kita dapat mencapai tujuan tersebut. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita petunjuk dan kekuatan untuk menjadi hamba-Nya yang menyenangkan dan mendapat rahmat-Nya di dunia dan di akhirat. Amin.

Robby Karman
Written By

Penulis, Peminat Kajian Sosial dan Keagamaan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait

Kajian

KITA TAHU negara muslim atau negara dengan mayoritas penduduk muslim saat ini rata-rata tertinggal dari negara-negara dari negara Eropa atau Asia Timur. Hal ini...

Kajian

Metode tafsir maudhu’i, juga dikenal sebagai metode tematik, adalah cara mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran yang memiliki maksud yang sama, membahas topik yang sama, dan menyusunnya...

Kabar

RUANGSUJUD.COM – Nama Nupur Sharma mendadak menjadi perbincangan publik. Pernyataan petinggi partai penguasa, Bharatya Janata Party (BJP) membuat kontroversi. Dalam sebuah debat di media Times Now, Sharma...

Opini

RUANGSUJUD.COM – Bagi kita semua kata taqwa tentu sudah bukan menjadi suatu yang asing, kata yang berasal dari Bahasa arab ini sudah melebur dalam tradisi...