Connect with us

Hi, what are you looking for?

Hikmah

Menahan Amarah dalam Islam: Anjuran untuk Menemukan Ketenangan dalam Ketaqwaan

Human hands open palm up worship. Eucharist Therapy Bless God Helping Repent Catholic Easter Lent Mind Pray. Christian Religion concept background. fighting and victory for god

Amarah adalah emosi manusiawi yang dapat timbul sebagai respons terhadap berbagai situasi. Dalam ajaran Islam, menahan amarah adalah nilai luhur yang sangat dianjurkan, seiring dengan konsep ketaqwaan kepada Allah SWT. Artikel ini akan membahas anjuran Islam agar menahan amarah dan bagaimana hal ini dapat membawa dampak positif dalam kehidupan sehari-hari umat Muslim.

Pengajaran dari Al-Qur’an

Al-Qur’an memberikan banyak petunjuk tentang pentingnya menahan amarah. Dalam Surah Al-Imran (3:134), Allah berfirman, “Orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan.” Pesan ini menunjukkan bahwa menahan amarah dan memberi maaf adalah sifat yang Allah cintai dan anjurkan.

Sunnah Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW juga memberikan teladan luar biasa tentang menahan amarah. Beliau bersabda, “Orang yang kuat bukanlah yang kuat dalam bergulat, melainkan orang yang dapat menahan diri ketika marah.” Dalam situasi apapun, Nabi mengajarkan umatnya untuk menjaga kendali diri, bahkan dalam kondisi yang menantang sekalipun.

Manfaat Menahan Amarah

Menahan amarah bukan hanya anjuran moral, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi individu dan masyarakat. Pertama, menahan amarah menghindarkan dari tindakan impulsif yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Kedua, hal ini menciptakan lingkungan sosial yang lebih harmonis dan damai. Dengan menahan amarah, umat Muslim dapat berkontribusi dalam membangun masyarakat yang penuh toleransi dan kasih sayang.

Cara Praktis Menahan Amarah

  1. Berfokus pada Ketaqwaan: Mengingat Allah dan ketaqwaan kepada-Nya dapat membantu menenangkan hati dan memandang situasi dengan sikap yang lebih bijak.
  2. Beristighfar: Merenung dan memohon ampunan kepada Allah ketika merasa marah dapat membantu mengendalikan emosi.
  3. Berlindung pada Allah dari Godaan Syaitan: Berdoa agar terlindung dari godaan syaitan yang mendorong kepada amarah.
  4. Menyadari Konsekuensi Amarah: Merenungkan dampak negatif dari tindakan yang diakibatkan oleh amarah dapat menjadi motivasi untuk menahan diri.
  5. Memberikan Ruang untuk Pemaafan: Membiasakan diri memberi maaf dapat meredakan amarah dan menjaga hubungan antarmanusia.

Kesimpulan

Menahan amarah adalah bagian integral dari ajaran Islam yang mengajarkan umatnya untuk hidup dalam damai dan harmoni. Dengan mempraktikkan anjuran Islam untuk menahan amarah, umat Muslim dapat menciptakan lingkungan yang penuh dengan kasih sayang, toleransi, dan kebijaksanaan. Dalam kesabaran dan pemaafan, umat Muslim dapat menemukan ketenangan batin dan mendekatkan diri kepada keberkahan yang telah dijanjikan oleh Allah SWT.

Robby Karman
Written By

Penulis, Peminat Kajian Sosial dan Keagamaan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait

Kajian

KITA TAHU negara muslim atau negara dengan mayoritas penduduk muslim saat ini rata-rata tertinggal dari negara-negara dari negara Eropa atau Asia Timur. Hal ini...

Kajian

Metode tafsir maudhu’i, juga dikenal sebagai metode tematik, adalah cara mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran yang memiliki maksud yang sama, membahas topik yang sama, dan menyusunnya...

Kabar

RUANGSUJUD.COM – Nama Nupur Sharma mendadak menjadi perbincangan publik. Pernyataan petinggi partai penguasa, Bharatya Janata Party (BJP) membuat kontroversi. Dalam sebuah debat di media Times Now, Sharma...

Opini

RUANGSUJUD.COMĀ – Bagi kita semua kata taqwa tentu sudah bukan menjadi suatu yang asing, kata yang berasal dari Bahasa arab ini sudah melebur dalam tradisi...