Connect with us

Hi, what are you looking for?

Hikmah

Hal-Hal yang Diharamkan Saat Memperingati Pergantian Tahun Baru Masehi

Pergantian Tahun Baru Masehi seringkali menjadi momen perayaan dan kegembiraan bagi sebagian besar masyarakat dunia. Namun, sebagai umat Muslim, penting untuk memahami bahwa terdapat sejumlah hal yang diharamkan atau tidak dianjurkan dalam Islam saat menyambut atau memperingati tahun baru Masehi.

  1. Perayaan yang Berbau Keagamaan Non-Islam: Menyambut tahun baru Masehi dengan merayakan ritual atau upacara keagamaan dari tradisi non-Islam dilarang dalam ajaran Islam. Hal ini mencakup berpartisipasi dalam ritual ibadah non-Islam seperti doa-doa atau tindakan-tindakan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.
  2. Perayaan yang Melanggar Syariat Islam: Merayakan pergantian tahun Masehi dengan mengadakan pesta yang melibatkan alkohol, perjudian, atau perilaku-perilaku tidak senonoh serta hiburan yang bertentangan dengan ajaran Islam adalah diharamkan. Al-Qur’an dengan tegas melarang konsumsi alkohol dan perjudian karena merusak moral serta mengganggu ketenangan masyarakat.
  3. Menyalahgunakan Waktu: Memanfaatkan momen pergantian tahun untuk melakukan perbuatan dosa, menyia-nyiakan waktu dalam hal-hal yang tidak berguna atau tidak bermanfaat, serta meninggalkan ibadah kepada Allah SWT adalah perilaku yang tidak dianjurkan dalam Islam.
  4. Menyebarkan Keburukan: Memanfaatkan momen perayaan tahun baru Masehi untuk menyebarkan gosip, melakukan fitnah, atau menyebar keburukan dalam bentuk apapun adalah perilaku yang sangat tidak disetujui dalam Islam.
  5. Mengejar Kebutuhan Duniawi Semata: Menyambut pergantian tahun dengan fokus hanya pada kesenangan duniawi tanpa memperhatikan kewajiban keagamaan dan kemanusiaan adalah sikap yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.

Sebagai umat Muslim, menyambut pergantian tahun baru Masehi seharusnya menjadi momen refleksi, introspeksi, dan meningkatkan kualitas diri dalam ketaatan kepada Allah SWT. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan amalan-amalan kebaikan, meningkatkan ibadah, dan menetapkan tujuan untuk menjadi pribadi yang lebih baik sesuai dengan ajaran Islam.

Saat menyambut tahun baru Masehi, sangatlah penting untuk mengingat bahwa sebagai umat Muslim, kita diwajibkan untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai agama dan menjauhi segala bentuk perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Menyambut tahun baru adalah peluang untuk memperdalam keyakinan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan meningkatkan kebaikan serta ketaatan dalam kehidupan sehari-hari.

Robby Karman
Written By

Penulis, Peminat Kajian Sosial dan Keagamaan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait

Kajian

Metode tafsir maudhu’i, juga dikenal sebagai metode tematik, adalah cara mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran yang memiliki maksud yang sama, membahas topik yang sama, dan menyusunnya...

Kajian

KITA TAHU negara muslim atau negara dengan mayoritas penduduk muslim saat ini rata-rata tertinggal dari negara-negara dari negara Eropa atau Asia Timur. Hal ini...

Hikmah

Ibrahim bin Adham, seorang tokoh sufi yang terkenal dalam sejarah Islam, dikenal dengan nasihat-nasihatnya yang tajam dan mendalam. Nasihat-nasihatnya tidak hanya mengingatkan kita tentang...

Kabar

RUANGSUJUD.COM – Nama Nupur Sharma mendadak menjadi perbincangan publik. Pernyataan petinggi partai penguasa, Bharatya Janata Party (BJP) membuat kontroversi. Dalam sebuah debat di media Times Now, Sharma...