Connect with us

Hi, what are you looking for?

Hikmah

Kisah Luqman Al Hakim Dan Seekor Keledai

Luqman Al-Hakim adalah sosok yang terkenal dalam sejarah Islam karena kebijaksanaan, nasihat-nasihatnya yang berharga, dan kearifannya dalam memberikan nasihat moral dan spiritual kepada masyarakat. Salah satu kisah yang terkenal dalam literatur Islam adalah kisah kebijaksanaan Luqman Al-Hakim yang melibatkan seekor keledai.

Dalam sebuah kisah yang populer, Luqman Al-Hakim diceritakan pernah berjalan bersama seorang sahabatnya di padang pasir. Ketika mereka sedang melakukan perjalanan, mereka menemukan seekor keledai. Sahabat Luqman Al-Hakim bertanya, “Mengapa Allah menciptakan hewan yang bodoh seperti keledai ini?”

Luqman Al-Hakim menjawab dengan bijak, “Ya Allah, jika Engkau menciptakan aku dengan akal yang baik, mengapa Engkau menciptakan seekor keledai yang bodoh?” Allah SWT telah memberikan akal kepada manusia, tetapi kebijaksanaan Luqman dalam menjawab pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa hikmah dan kebijaksanaan bukan hanya terletak pada kecerdasan intelektual, tetapi juga dalam sikap bijaksana dalam merespons situasi.

Dalam kisah ini, Luqman Al-Hakim mengajarkan kepada kita bahwa setiap makhluk ciptaan Allah memiliki keunikan dan tujuan yang telah ditetapkan. Dia mengajarkan pentingnya menerima dan menghormati keberagaman dalam ciptaan Allah SWT, serta menunjukkan bahwa kebijaksanaan tidak hanya terletak pada akal budi yang tajam, tetapi juga dalam sikap bijaksana dalam menyikapi pertanyaan atau situasi yang sulit.

Hikmah yang dapat dipetik dari kisah ini adalah:

1. Kehormatan terhadap Ciptaan Allah

Setiap ciptaan Allah, meskipun terlihat berbeda dalam kecerdasan atau kegunaannya, memiliki nilai dan tujuan yang ditentukan oleh Allah SWT. Menunjukkan rasa hormat dan kehormatan terhadap semua makhluk Allah adalah ajaran Islam yang mendasar.

2. Kebijaksanaan dalam Merespons Pertanyaan atau Situasi Sulit

Luqman Al-Hakim menunjukkan sikap bijaksana dalam menyikapi pertanyaan yang sulit dengan menggunakan analogi yang mendalam dan sederhana. Hal ini mengajarkan bahwa kebijaksanaan juga melibatkan kemampuan untuk memberikan jawaban yang tepat dalam situasi yang sulit.

Advertisement. Scroll to continue reading.

3. Memahami Tujuan di Balik Ciptaan Allah

Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa kita mungkin tidak selalu memahami tujuan atau hikmah di balik ciptaan Allah, tetapi kita harus menerima keberagaman dan kebijaksanaan-Nya dalam menciptakan segala sesuatu.

Dalam agama Islam, kisah-kisah yang mengandung hikmah moral dan spiritual, seperti kisah Luqman Al-Hakim dan keledai, disampaikan untuk memberikan pelajaran dan mengilhami umat Islam agar menjadi manusia yang lebih bijaksana, menghormati segala ciptaan Allah, dan menyadari bahwa kebijaksanaan bukan hanya terletak pada kecerdasan intelektual, tetapi juga dalam sikap bijak dalam berinteraksi dengan dunia di sekitar kita.

Robby Karman
Written By

Penulis, Peminat Kajian Sosial dan Keagamaan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait

Kajian

Metode tafsir maudhu’i, juga dikenal sebagai metode tematik, adalah cara mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran yang memiliki maksud yang sama, membahas topik yang sama, dan menyusunnya...

Kajian

KITA TAHU negara muslim atau negara dengan mayoritas penduduk muslim saat ini rata-rata tertinggal dari negara-negara dari negara Eropa atau Asia Timur. Hal ini...

Hikmah

Ibrahim bin Adham, seorang tokoh sufi yang terkenal dalam sejarah Islam, dikenal dengan nasihat-nasihatnya yang tajam dan mendalam. Nasihat-nasihatnya tidak hanya mengingatkan kita tentang...

Kabar

RUANGSUJUD.COM – Nama Nupur Sharma mendadak menjadi perbincangan publik. Pernyataan petinggi partai penguasa, Bharatya Janata Party (BJP) membuat kontroversi. Dalam sebuah debat di media Times Now, Sharma...