Connect with us

Hi, what are you looking for?

Hikmah

Manusia Tak Kuasa, Allah Mahakuasa

Manusia dalam kehidupannya sering kali menghadapi batasan dan keterbatasan dalam segala hal. Ajaran Islam menegaskan bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan terbatas, sedangkan Allah SWT adalah Yang Maha Kuasa yang memiliki kekuatan dan keagungan yang tiada tara. Kehadiran Allah sebagai Yang Maha Kuasa tercermin dalam segala aspek kehidupan manusia, baik dalam kebahagiaan maupun cobaan.

Keterbatasan Manusia

Al-Qur’an dan Hadis Nabi menggarisbawahi keterbatasan manusia. Manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang lemah, dengan segala keterbatasan dan ketidakmampuannya. Mereka tidak memiliki kendali penuh atas segala hal di dunia ini, baik dalam urusan hidup, kematian, rezeki, maupun masa depan.

Kekuasaan Allah

Di sisi lain, Allah adalah Yang Maha Kuasa yang menciptakan segalanya. Kekuasaan-Nya meliputi segala hal di langit dan di bumi. Tidak ada yang bisa menandingi keagungan, kebijaksanaan, dan kekuasaan Allah. Segala sesuatu tunduk kepada kehendak-Nya.

Ketergantungan Manusia kepada Allah

Keterbatasan manusia menjadikan mereka sangat bergantung kepada Allah SWT. Manusia harus menyadari bahwa segala sesuatu yang mereka miliki, baik fisik maupun spiritual, adalah anugerah dari Allah. Mereka harus meminta pertolongan, petunjuk, dan kekuatan kepada-Nya dalam segala aspek kehidupan.

Tawakkal dan Redha

Islam mengajarkan umatnya untuk bertawakkal, yaitu tunduk sepenuhnya kepada kehendak Allah dan berserah diri dalam segala hal. Bertawakkal bukan berarti tidak berusaha atau pasif, melainkan melakukan yang terbaik dengan keyakinan bahwa hasil akhirnya tergantung pada kehendak-Nya. Redha (menerima dengan lapang dada) juga merupakan bagian penting dalam ajaran Islam, mengingat bahwa segala sesuatu yang Allah tetapkan pasti memiliki hikmah.

Menghadapi Ujian dan Cobaan

Advertisement. Scroll to continue reading.

Allah SWT menguji manusia dengan berbagai cobaan dan ujian dalam kehidupan mereka. Tidak jarang manusia diuji dengan kesulitan, rasa sakit, kehilangan, atau masalah lainnya. Menghadapi cobaan ini, manusia diingatkan untuk sabar, berserah diri kepada Allah, dan percaya bahwa setiap cobaan memiliki hikmah yang tidak bisa manusia pahami sepenuhnya.

Kesimpulan

Dalam ajaran Islam, manusia adalah makhluk lemah dan terbatas, sedangkan Allah adalah Yang Maha Kuasa yang memiliki segala kekuatan dan keagungan. Menyadari keterbatasan ini membawa manusia pada kesadaran akan ketergantungan mereka kepada Allah. Islam mengajarkan untuk memohon perlindungan, petunjuk, dan kekuatan kepada-Nya dalam segala aspek kehidupan. Menghadapi ujian dan cobaan, keyakinan kepada kekuasaan Allah, tawakkal, serta redha adalah kunci untuk menjalani kehidupan dengan ketenangan dan kebijaksanaan. Dalam segala hal, manusia harus merendahkan diri di hadapan kebesaran Allah, yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Robby Karman
Written By

Penulis, Peminat Kajian Sosial dan Keagamaan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait

Kajian

KITA TAHU negara muslim atau negara dengan mayoritas penduduk muslim saat ini rata-rata tertinggal dari negara-negara dari negara Eropa atau Asia Timur. Hal ini...

Kajian

Metode tafsir maudhu’i, juga dikenal sebagai metode tematik, adalah cara mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran yang memiliki maksud yang sama, membahas topik yang sama, dan menyusunnya...

Kabar

RUANGSUJUD.COM – Nama Nupur Sharma mendadak menjadi perbincangan publik. Pernyataan petinggi partai penguasa, Bharatya Janata Party (BJP) membuat kontroversi. Dalam sebuah debat di media Times Now, Sharma...

Opini

RUANGSUJUD.COMĀ – Bagi kita semua kata taqwa tentu sudah bukan menjadi suatu yang asing, kata yang berasal dari Bahasa arab ini sudah melebur dalam tradisi...