Connect with us

Hi, what are you looking for?

Sirah

Inilah Alasan Ali Bin Abi Thalib Dipanggil Abu Turab


Ketika Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam berhenti di ‘Usyairah dan menetap di sana, kami melihat Bani Mudlij yang sibuk dengan pekerjaan mereka di mata air dan kebun kurma mereka. Ammar bin Yasir dan Ali bin Abu Thalib memiliki gagasan untuk mendekati mereka dan melihat lebih dekat pekerjaan yang mereka lakukan.

Ammar dengan penuh semangat berkata, “Mengapa kita tidak pergi ke sana dan melihat apa yang mereka kerjakan?” Dengan semangat, kami memutuskan untuk mengunjungi tempat mereka dan melihat pekerjaan mereka lebih dekat.

Kami tiba di tempat Bani Mudlij dan mengamati mereka selama beberapa saat. Namun, ketika kantuk mulai menghampiri kami, kami berdua memutuskan untuk istirahat sebentar. Kami berbaring di bawah pohon kurma yang tumbuh di tanah yang lembek, tanah liat menempel pada tubuh kami.

Tidak lama setelah itu, Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam datang dan membangunkan kami dengan menepuk-nepuk kaki kami. Melihat kami berlumuran tanah liat, Beliau bertanya kepada Ali bin Abu Thalib, “Apa yang terjadi pada dirimu, wahai Abu Turab?” Rasulullah menggunakan julukan ini karena melihat Ali berlumuran tanah.

Kemudian, Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam berkata, “Bolehkah aku memberi tahu kalian tentang dua orang yang sangat celaka?” Kami bertanya, “Tentu, wahai Rasulullah.”

Beliau menjawab, “Dua orang yang paling celaka adalah Uhaimir Tsamud yang menyembelih unta, dan orang yang memukul tengkukmu seperti ini, wahai Ali,” sambil Beliau memegang tengkuk Ali bin Abu Thalib, hingga tengkuknya basah. Rasulullah juga memegang jenggot Ali.

Ibnu Ishaq menjelaskan bahwa julukan “Abu Turab” diberikan kepada Ali oleh Rasulullah karena Ali tidak mengungkapkan amarah kepada Fathimah dalam satu kesempatan, meskipun ia merasa marah. Ali malah mengambil tanah liat dan meletakkannya di atas kepala. Rasulullah, melihat tindakan ini, memahami bahwa Ali marah kepada Fathimah, dan Beliau bertanya, “Ada apa dengan dirimu, wahai Abu Turab?” Rasulullah memanggil Ali dengan julukan ini. Dengan demikian, Rasulullah mengajarkan pentingnya mengendalikan amarah dan berkomunikasi dengan lembut.

Robby Karman
Written By

Penulis, Peminat Kajian Sosial dan Keagamaan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait

Kajian

KITA TAHU negara muslim atau negara dengan mayoritas penduduk muslim saat ini rata-rata tertinggal dari negara-negara dari negara Eropa atau Asia Timur. Hal ini...

Kabar

RUANGSUJUD.COM – Nama Nupur Sharma mendadak menjadi perbincangan publik. Pernyataan petinggi partai penguasa, Bharatya Janata Party (BJP) membuat kontroversi. Dalam sebuah debat di media Times Now, Sharma...

Kajian

Metode tafsir maudhu’i, juga dikenal sebagai metode tematik, adalah cara mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran yang memiliki maksud yang sama, membahas topik yang sama, dan menyusunnya...

Opini

RUANGSUJUD.COM – Bagi kita semua kata taqwa tentu sudah bukan menjadi suatu yang asing, kata yang berasal dari Bahasa arab ini sudah melebur dalam tradisi...