Connect with us

Hi, what are you looking for?

Hikmah

Tinggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat

Tinggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat

Dalam ajaran Islam, konsep untuk meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat adalah prinsip yang sangat penting. Islam mengajarkan umatnya untuk memprioritaskan waktu dan usaha untuk hal-hal yang membawa manfaat baik secara spiritual maupun dunia.

Arti Tinggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat dalam Islam

Tinggalkan hal yang tidak bermanfaat dalam Islam mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk aktivitas, hubungan, dan pemikiran yang tidak memberikan manfaat positif. Ini mencakup penggunaan waktu, energi, dan pikiran untuk hal-hal yang tidak produktif atau bahkan merugikan.

Pesan dalam Al-Qur’an dan Hadis

Al-Qur’an menekankan pentingnya menggunakan waktu dan usaha untuk hal yang bermanfaat. Dalam Surah Ar-Rahman (55:60), Allah SWT berfirman, “Maka apakah hanya yang baik (kebaikan) balasan kebaikan?” Hadis Nabi Muhammad SAW juga menekankan pentingnya melakukan hal-hal yang bermanfaat dan menghindari hal-hal yang sia-sia.

Mengelola Waktu dengan Bijak

Meninggalkan hal yang tidak bermanfaat juga berkaitan erat dengan pengelolaan waktu. Islam mengajarkan umatnya untuk menggunakan waktu dengan bijak, mengarahkannya kepada aktivitas yang produktif, baik itu dalam ibadah, bekerja, belajar, atau berinteraksi sosial yang membawa manfaat.

Meningkatkan Kualitas Spiritual

Meninggalkan hal yang tidak bermanfaat juga merupakan bagian dari meningkatkan kualitas spiritual. Islam mengajarkan bahwa berbagai aktivitas yang tidak bermanfaat, seperti ghibah (menggunjing), menghambur-hamburkan waktu dalam hal yang tidak produktif, atau terlibat dalam perilaku negatif lainnya, dapat mengganggu kualitas spiritual seseorang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Meningkatkan Kualitas Hidup

Meninggalkan hal yang tidak bermanfaat juga memiliki dampak positif dalam meningkatkan kualitas hidup. Ketika seseorang fokus pada hal-hal yang membawa manfaat, baik itu untuk diri sendiri maupun orang lain, maka akan ada perasaan puas, kemajuan, dan peningkatan dalam segala aspek kehidupan.

Pentingnya Evaluasi Diri

Islam mendorong umatnya untuk melakukan evaluasi diri secara berkala. Meninjau kembali aktivitas, kebiasaan, dan pola pikir adalah langkah penting untuk mengetahui apakah kita telah menggunakan waktu dan usaha dengan tepat untuk hal-hal yang benar-benar bermanfaat.

Tantangan dalam Menghindari Hal yang Tidak Bermanfaat

Menghindari hal yang tidak bermanfaat tidak selalu mudah. Terkadang kita terjebak dalam kebiasaan atau lingkungan yang kurang produktif. Namun, dengan kesadaran dan tekad yang kuat, serta niat untuk selalu berusaha melakukan yang terbaik, kita dapat mencapai perubahan yang positif dalam hidup.

Penutup

Tinggalkan hal yang tidak bermanfaat adalah prinsip penting dalam ajaran Islam yang membimbing umatnya untuk hidup dengan lebih sadar, efektif, dan bermanfaat. Ini bukan hanya tentang manfaat pribadi, tetapi juga tentang kontribusi positif terhadap masyarakat dan kebaikan bersama. Dengan memprioritaskan hal-hal yang benar-benar bermanfaat, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih produktif, bahagia, dan bermakna.

Advertisement. Scroll to continue reading.
Robby Karman
Written By

Penulis, Peminat Kajian Sosial dan Keagamaan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait

Kajian

KITA TAHU negara muslim atau negara dengan mayoritas penduduk muslim saat ini rata-rata tertinggal dari negara-negara dari negara Eropa atau Asia Timur. Hal ini...

Kajian

Metode tafsir maudhu’i, juga dikenal sebagai metode tematik, adalah cara mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran yang memiliki maksud yang sama, membahas topik yang sama, dan menyusunnya...

Kabar

RUANGSUJUD.COM – Nama Nupur Sharma mendadak menjadi perbincangan publik. Pernyataan petinggi partai penguasa, Bharatya Janata Party (BJP) membuat kontroversi. Dalam sebuah debat di media Times Now, Sharma...

Opini

RUANGSUJUD.COMĀ – Bagi kita semua kata taqwa tentu sudah bukan menjadi suatu yang asing, kata yang berasal dari Bahasa arab ini sudah melebur dalam tradisi...