Connect with us

Hi, what are you looking for?

Hikmah

Amalan Yang Tetap Mengalir Walau Kita Sudah Meninggal

Kehidupan di dunia ini adalah ujian yang sementara. Manusia, sebagai makhluk ciptaan Allah, diberikan satu kesempatan hidup untuk beribadah dan mengerjakan amal shaleh. Kita diciptakan dengan tujuan beribadah kepada Allah, seperti yang tertulis dalam Al-Quran, “Dan Aku tidak menciptakan manusia melainkan supaya beribadah kepada-Ku.” (QS Al-Dzariyat: 56).

Dalam hidup ini, kita memiliki waktu yang terbatas, dengan usia yang singkat. Oleh karena itu, penting untuk memanfaatkan waktu kita sebaik mungkin dengan mengerjakan amal-amal yang akan mendatangkan pahala jariyah, yaitu amal yang terus memberikan pahala kepada kita bahkan setelah kita meninggal dan berada di alam kubur.

Amal-amal jariyah memiliki keistimewaan karena pahalanya terus mengalir kepada pelakunya selama orang lain masih memanfaatkan hasil dari amal tersebut. Investasi dalam amal-amal jariyah adalah investasi terbaik untuk persiapan kehidupan akhirat.

Salah satu bentuk amal jariyah yang sangat dianjurkan adalah membangun masjid. Masjid adalah pusat ibadah dan syiar Islam, tempat umat Muslim berkumpul untuk beribadah, mengaji, dan mengikuti pengajian. Memiliki andil dalam pembangunan masjid adalah amal yang sangat dicintai oleh Allah. Rasulullah SAW mengabarkan bahwa Allah akan membangun sebuah rumah di surga bagi mereka yang membangun masjid.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membangun masjid karena mengharapkan wajah Allah SWT, Allah akan membangun bangunan yang serupa untuknya di surga.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari ‘Utsman bin Affan).

Dalam dunia ini, membangun rumah memerlukan waktu dan dana yang besar, dan rumah tersebut hanya ditempati sementara. Namun, ketika kita membangun masjid, kita sedang mempersiapkan rumah kekal yang akan kita tinggali di akhirat. Investasi ini akan memberikan pahala yang terus mengalir, bahkan ketika kita telah meninggal dan berada di alam kubur.

Selain itu, membangun masjid adalah salah satu bentuk amal jariyah yang terus memberikan pahala kepada kita. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW menyebutkan tujuh amal yang akan terus menghasilkan pahala bagi seorang hamba bahkan setelah dia meninggal, salah satunya adalah membangun masjid.

Allah memberikan berbagai pintu kebaikan kepada hamba-Nya. Amal-amal baik yang dilakukan selama hidup akan terus memberikan pahala, dan pahala tersebut sangat dibutuhkan di alam kubur. Meskipun kita tidak dapat lagi beramal di dunia, amal-amal jariyah yang telah kita lakukan akan terus memberikan kebaikan, meningkatkan derajat, dan memperluas kebaikan kita.

Dalam kesimpulan, kehidupan di dunia ini adalah ujian yang singkat, dan kita memiliki kesempatan terbatas untuk beramal. Oleh karena itu, memanfaatkan waktu kita dengan berinvestasi dalam amal-amal jariyah, seperti membangun masjid, adalah salah satu cara terbaik untuk mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Investasi ini akan memberikan pahala yang terus mengalir, dan Allah akan membangun rumah di surga bagi mereka yang berkontribusi dalam pembangunan masjid. Semoga kita semua dapat meraih kebaikan dan kebahagiaan hakiki di akhirat kelak melalui amal-amal jariyah yang kita lakukan.

Advertisement. Scroll to continue reading.
Intan Jahni
Written By

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait

Kajian

KITA TAHU negara muslim atau negara dengan mayoritas penduduk muslim saat ini rata-rata tertinggal dari negara-negara dari negara Eropa atau Asia Timur. Hal ini...

Kajian

Metode tafsir maudhu’i, juga dikenal sebagai metode tematik, adalah cara mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran yang memiliki maksud yang sama, membahas topik yang sama, dan menyusunnya...

Kabar

RUANGSUJUD.COM – Nama Nupur Sharma mendadak menjadi perbincangan publik. Pernyataan petinggi partai penguasa, Bharatya Janata Party (BJP) membuat kontroversi. Dalam sebuah debat di media Times Now, Sharma...

Opini

RUANGSUJUD.COM – Bagi kita semua kata taqwa tentu sudah bukan menjadi suatu yang asing, kata yang berasal dari Bahasa arab ini sudah melebur dalam tradisi...