Connect with us

Hi, what are you looking for?

Sirah

Hikmah Rasulullah SAW Nikahi Aisyah Yang Berusia Muda

ummu waraqah

Menikah adalah salah satu jalan terbaik yang dianjurkan bagi setiap muslim untuk menjalin kasih dalam kerangka yang halal. Di luar pernikahan, hubungan pacaran dan pergaulan bebas dianggap terlarang dalam Islam. Sayangnya, praktik pacaran telah menjadi semakin umum, terutama di kalangan muda-mudi, meskipun Allah SWT sangat mengharamkan segala yang dapat mendekatkan kepada perbuatan zina yang dosanya sangat besar.

Banyak kaum muda yang ditawari untuk menikah, tetapi sayangnya, banyak dari mereka merasa belum siap. Alasan yang sering muncul adalah masalah umur. Namun, penting untuk mempertimbangkan fakta bahwa menikah dalam usia muda memiliki hikmah-hikmah tersendiri.

Salah satu contoh dalam sejarah Islam adalah pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Aisyah. Pernikahan ini bukanlah hasil dari hawa nafsu semata, tetapi didasari oleh perintah Allah SWT yang datang kepada Nabi melalui mimpi. Ini adalah contoh nyata bahwa pernikahan dalam Islam harus dilakukan dengan landasan agama, dan bukan semata-mata atas dorongan nafsu.

Rasulullah SAW bermimpi tiga malam berturut-turut tentang Aisyah dan malaikat yang membawanya kepada beliau. Ini adalah tanda bahwa pernikahan ini adalah atas kehendak Allah. Sehingga, anggapan bahwa Nabi Muhammad menikahi Aisyah karena hawa nafsu adalah salah, karena pernikahan tersebut berdasarkan wahyu dan perintah dari Allah SWT.

Setelah Nabi Muhammad memutuskan untuk menikahi Aisyah, ia mengutus Khaulah binti Hakim untuk meminang Aisyah kepada keluarga Abubakar Shiddiq. Abubakar awalnya terkejut dengan permintaan tersebut, tetapi setelah mendengar penjelasan bahwa ini adalah kehendak Allah, ia menyetujui pernikahan tersebut.

Kisah ini juga menunjukkan bahwa pada waktu itu, pernikahan dalam usia muda bukanlah hal yang aneh dalam masyarakat Arab. Pernikahan Aisyah dengan Nabi Muhammad terjadi setelah sebelumnya dia hampir dinikahkan dengan anak Mut’im bin Adhi. Namun, pernikahan itu dibatalkan setelah keluarga Abubakar memeluk Islam, karena akan membawa malu bagi keluarga Mut’im di mata masyarakat Jahiliyah.

Aisyah memiliki peran penting dalam Islam karena kemampuannya untuk mengingat dan meriwayatkan banyak hadits. Selama hidupnya bersama Nabi selama sembilan tahun, Aisyah mampu meriwayatkan 2210 hadits. Dengan demikian, ia berkontribusi besar dalam melestarikan ajaran Islam dan hukum-hukum syariat.

Menikah dalam usia muda juga memberikan manfaat lain, yaitu kemampuan untuk memahami secara mendalam peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Nabi Muhammad. Dengan usia muda, Aisyah dapat mengingat dengan baik dan meriwayatkan semua peristiwa yang terjadi dalam kehidupan pribadi Rasulullah dan isteri-isterinya, yang kemudian menjadi bagian penting dari penulisan hadits.

Dengan demikian, menikah dalam usia muda seperti yang dilakukan Nabi Muhammad dengan Aisyah memiliki hikmah dan manfaat yang signifikan dalam konteks agama dan sejarah Islam, serta memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman dan penyebaran ajaran Islam di seluruh dunia.

Advertisement. Scroll to continue reading.
Avatar
Written By

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait

Kajian

KITA TAHU negara muslim atau negara dengan mayoritas penduduk muslim saat ini rata-rata tertinggal dari negara-negara dari negara Eropa atau Asia Timur. Hal ini...

Kajian

Metode tafsir maudhu’i, juga dikenal sebagai metode tematik, adalah cara mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran yang memiliki maksud yang sama, membahas topik yang sama, dan menyusunnya...

Kabar

RUANGSUJUD.COM – Nama Nupur Sharma mendadak menjadi perbincangan publik. Pernyataan petinggi partai penguasa, Bharatya Janata Party (BJP) membuat kontroversi. Dalam sebuah debat di media Times Now, Sharma...

Opini

RUANGSUJUD.COM – Bagi kita semua kata taqwa tentu sudah bukan menjadi suatu yang asing, kata yang berasal dari Bahasa arab ini sudah melebur dalam tradisi...