Connect with us

Hi, what are you looking for?

Sirah

Maulid Nabi dan Islam Rahmatan Lil Alamin

Ilustrasi Foto

Senin malam, 12 Rabi’ul Awal di tahun 571 Kalender Rowami. Di Kota Mekkah, bumi tetiba berguncang, dilanda gempa. Berhala-berhala yang terpancang di sekitar ka’bah jatuh bergelimpangan.

Abdul Muthalib yang kebetulan berada di dekat Ka’bah terperanjat melihat berhala-berhala yang jatuh lalu bersujud. Dari balik dinding Ka’bah, sayup-sayup terdengar suara ‘telah lahir nabi pilihan yang akan membinasakan orang kafir dan mengajak kita menyembah kepada yang Maha Mengetahui.’

Bersama itu pula, 1500 km di timur laut kota Mekkah, api yang menjadi sesembahan kaum Majusi di Persia mendadak padam. Padahal, selama ribuan tahun api tersebut tidak pernah padam. Sementara pilar-pilar di Istana Raja Qisra juga mendadak roboh.

Menjelang subuh langit di Kota Mekkah begitu cerah dan bercahaya. Seluruh alam seolah bergembira, bershalawat dengan bahasa dan caranya masing-masing. Abdul Muthalib yang mendapat kabar kelahiran cucunya bergegas pulang ke rumah. Setibanya di rumah, Abdul Muthalib mendapati cucunya itu telah lahir.

Dia membawa bayi yang baru lahir itu ke Ka’bah dan memohon rahmat serta bersyukur kepada Allah. Karena yakin cucunya ini bakal jadi orang terpuji, Abdul Muthalib pun menamainya Muhammad. Sesuai tradisi Arab, Abdul Muthalib mencukur rambut bayi tersebut dan menyunatnya pada hari ketujuh. Setelah itu, ia pun mengundang orang-orang Makkah untuk menyantap hidangan di rumahnya.

Kelahiran Nabi Muhammad menjadi momentum penting bagi umat Islam, lantaran beliau dianggap sosok yang membawa ajaran Islam. Beliau juga dipercaya sebagai sosok yang membawa ajaran serta tauladan bagi umat manusia.

Kisah kelahirannya juga jadi inspirasi banyak orang, karena beliau lahir dari keluarga yang pada waktu itu merupakan kota yang kotor dan penuh kekerasan. Namun Nabi Muhamad justru tumbuh menjadi sosok yang penuh kasih sayang. Akhlak dan kebaikan yang lahir dari dirinya, memancarkan keberkahan bagi seluruh alam.

Kasih sayang

Ya, Nabi Muhammad memang dikenal sebagai sosok yang memiliki kasih sayang yang berlimpah. Beliau sangat mencintai anak-anak dan sering memberikan perhatian khusus kepada mereka. Nabi Muhammad sering mencium dan memeluk mereka dengan penuh kasih sayang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kasih sayang juga sering ia berikan kepada sesama. Beliau selalu membantu orang yang membutuhkan dan memberikan dukungan moral kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan.

Bahkan terhadap hewan sekalipun, Nabi Muhammad juga mengajarkan betapa pentingnya kasih sayang diberikan. Ia seringkali melarang umat Islam menyiksa atau sekedar menyakitinya. Baginya, hewan sekalipun memiliki hak yang harus dihormati.

Apalagi kepada orang-orang terdekat seperti keluarga, kasih sayang mutlak harus diberikan. Beliau sering memberikan perhatian khusus kepada keluarga dan mengajarkan pada umat Islam soal pentingnya menjaga hubungan baik dengan keluarga terdekatnya.

Dalam konteks yang lebih luas maka kasih sayang, rasa hormat yang kita berikan kepada tanah kelahiran atau bahkan negara akan melahirkan kecintaan kepada tanah air, atau negara. Ini terbukti bagaimana Rasulullah sukses membangun pemerintahan di Madinah.

Berkah seluruh alam

Karena akhlak, kebaikan dan kasih sayang yang ia tebarkan itu, maka diutusnya Nabi Muhammad seringkali disebut sebagai rahmat Allah bagi seluruh makhluk di alam semesta. Ini merupakan keistimewaan dirinya, bahwa kehadiran Nabi Muhammad membawa rahmat dan keberkahan tidak saja untuk umat Islam, tapi juga seluruh manusia, binatang, tumbuhan dan makhluk Allah lainnya di alam semesta. Islam sebagai agama yang dibawanya kemudian dikenal sebagai Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

Allah Swt. sendiri berfirman dalam surah al-Anbiya ayat 107, “Dan tidaklah kami mengutusmu [Muhammad], melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.”

Cendekiawan Muslim Fazlur Rahman, guru dari tiga pendekar Chicago [Buya Syafii, Caknur dan Amin Rais] menuturkan, Islam sebagai rahmat memiliki pengertian bahwa Islam bukan hanya agama yang memberikan petunjuk moral dan spiritual hanya bagi umatnya, tapi juga memberi manfaat bagi seluruh manusia dan alam semesta.

Tokoh eksil asal Pakistan ini juga menyebut Islam sebagai rahmat tidak hanya menunjukkan Islam mengajarkan kebaikan, kasih sayang, dan perdamaian, tetapi juga menekankan pentingnya menghargai keberagaman budaya dan tradisi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Karena itu, Islam harus melintasi batas-batas agama, bangsa, dan memandang seluruh umat manusia sebagai saudara. Jika kita renungkan lebih dalam, beberapa tradisi Maulid di nusantara seperti Grebeg Maulid, Ampyang, Endog-endogan, marhabanan, Weh-wehan atau apapun yang biasanya diakhiri dengan bagi-bagi makanan adalah simbol dari persaudaraan.

Muchlas Rowi
Written By

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait

Kajian

Metode tafsir maudhu’i, juga dikenal sebagai metode tematik, adalah cara mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran yang memiliki maksud yang sama, membahas topik yang sama, dan menyusunnya...

Kajian

KITA TAHU negara muslim atau negara dengan mayoritas penduduk muslim saat ini rata-rata tertinggal dari negara-negara dari negara Eropa atau Asia Timur. Hal ini...

Hikmah

Ibrahim bin Adham, seorang tokoh sufi yang terkenal dalam sejarah Islam, dikenal dengan nasihat-nasihatnya yang tajam dan mendalam. Nasihat-nasihatnya tidak hanya mengingatkan kita tentang...

Kabar

RUANGSUJUD.COM – Nama Nupur Sharma mendadak menjadi perbincangan publik. Pernyataan petinggi partai penguasa, Bharatya Janata Party (BJP) membuat kontroversi. Dalam sebuah debat di media Times Now, Sharma...