Connect with us

Hi, what are you looking for?

Sirah

Saat Rasulullah SAW Dicekik Seorang Badui

Pernahkah Anda merasa dianiaya oleh orang lain? Jika iya, pasti Anda tahu betapa menyakitkannya pengalaman tersebut. Reaksi awal kita mungkin adalah menyimpan dendam di dalam hati dan merencanakan cara untuk membalas perlakuan tersebut. Namun, ada satu kisah yang menunjukkan cara yang sangat berbeda dalam menghadapi perlakuan buruk.

Rasulullah Muhammad ﷺ, sebagai teladan bagi umatnya, menghadapi situasi tersebut dengan sikap yang sangat luar biasa. Beliau tidak hanya mampu menerima perlakuan buruk dari orang lain, tetapi juga tetap tersenyum dalam menghadapinya.

Salah satu kisah menarik yang mencerminkan sikap sabar dan penyayang Rasulullah terjadi saat beliau sedang berjalan bersama seorang sahabatnya, Anas bin Malik. Tiba-tiba, seorang Arab Badui datang dan menarik dengan keras selendang Najran yang ada di kalungan leher Rasulullah.

Tarikan yang begitu kuat tersebut membuat Rasulullah tercekik, dan Anas bahkan melihat bekas guratan di leher Nabi. Sambil menarik selendang dengan kasar, Badui tersebut berteriak, “Hai Muhammad, berikan aku sebagian harta yang kau miliki!”

Dalam situasi yang sangat merendahkan ini, apakah Rasulullah merasa marah atau ingin membalas perlakuan kasar tersebut? Tidak, sama sekali tidak. Hati Rasulullah tetap tenang, dan yang lebih mengagumkan lagi, beliau tersenyum. Beliau lalu berkata kepada Anas, “Berikanlah sesuatu kepadanya.”

Sikap Rasulullah dalam menghadapi perlakuan buruk ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua. Beliau mengajarkan pentingnya sabar, kesabaran dalam menghadapi ujian hidup, dan kemurahan hati dalam menjawab keburukan dengan kebaikan. Tidak hanya itu, beliau juga menunjukkan bahwa senyuman adalah cara yang sangat kuat untuk meredakan konflik dan memenangkan hati orang lain.

Kisah ini menginspirasi kita untuk menghadapi perlakuan buruk dengan sikap yang lebih mulia, dengan senyuman dan kemurahan hati, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad ﷺ. Dengan begitu, kita dapat menciptakan hubungan yang lebih baik dengan sesama dan membawa kebaikan dalam kehidupan kita serta orang lain.

Robby Karman
Written By

Penulis, Peminat Kajian Sosial dan Keagamaan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait

Kajian

Metode tafsir maudhu’i, juga dikenal sebagai metode tematik, adalah cara mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran yang memiliki maksud yang sama, membahas topik yang sama, dan menyusunnya...

Kajian

KITA TAHU negara muslim atau negara dengan mayoritas penduduk muslim saat ini rata-rata tertinggal dari negara-negara dari negara Eropa atau Asia Timur. Hal ini...

Hikmah

Ibrahim bin Adham, seorang tokoh sufi yang terkenal dalam sejarah Islam, dikenal dengan nasihat-nasihatnya yang tajam dan mendalam. Nasihat-nasihatnya tidak hanya mengingatkan kita tentang...

Kabar

RUANGSUJUD.COM – Nama Nupur Sharma mendadak menjadi perbincangan publik. Pernyataan petinggi partai penguasa, Bharatya Janata Party (BJP) membuat kontroversi. Dalam sebuah debat di media Times Now, Sharma...