Ulama Kritik Klaim ‘Kenal Sunnah’ yang Keliru

Monitorday.com – Seorang tokoh agama dan ulama menyoroti fenomena di kalangan Muslim yang dinilai keliru dalam memahami dan mengklaim “mengenal Sunnah”. Kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada mereka yang menganggap bahwa pemahaman Sunnah baru didapatkan setelah mempelajari pandangan ulama tertentu seperti Ibnu Taimiyyah, Al-‘Utsaimin, atau Al-Albani, sambil mengabaikan tradisi fiqih madzhab yang telah dipelajari sejak masa kecil.

Menurut ulama tersebut, sikap semacam itu mencerminkan “kejahilan” dan kurangnya adab terhadap para ulama. Ia menegaskan bahwa amal fiqih yang berlandaskan madzhab, seperti Syafi’i, sudah mengikuti Sunnah sesuai ijtihad para imam dan ulama pengikutnya.

Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan, “Jangan sampai Anda sudah mempelajari fiqih madzhab sejak kecil, meski tidak mendalam, anda katakan saat itu anda belum mengenal Sunnah. Dan anda mengaku baru mengenal Sunnah setelah tahu pendapat Ibnu Taimiyyah, Al-‘Utsaimin, atau Al-Albani. Ini adalah kejahilan.”

Ia menambahkan, “Saya menghormati Ibnu Taimiyyah, Al-‘Utsaimin, dan Al-Albani. Tapi menyandarkan ‘mengenal Sunnah’ saat anda mengenal pendapat mereka, dan menganggap pelajaran fiqih sesuai madzhab Syafi’i yang anda dapatkan sejak kecil itu tidak sesuai Sunnah, ini adalah kejahilan, dan sikap tak punya adab terhadap para ulama.”

Untuk mereka yang serius ingin mendalami Sunnah pada tingkat yang lebih baik, ulama tersebut menyarankan agar fokus mempelajari ilmu-ilmu alat. “Kalau pun anda mau serius ‘mengenal Sunnah’ pada tingkat yang lebih baik, maka serius lah belajar ilmu-ilmu alat semisal Nahwu, Sharaf, Ushul Fiqih, dan lain-lain, kemudian telaah lah kuat-kuat kitab-kitab Tafsir, Syarah Hadits, dan Fiqih dari bahasanya yang asli, bahasa Arab. Kalau begini, bolehlah kita akui anda sudah naik level dalam ‘mengenal Sunnah’,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pendapat para ulama modern sekalipun adalah hasil ijtihad. “Perlu diingat, pendapat Ibnu Taimiyyah itu ijtihad beliau, demikian juga pendapat Al-‘Utsaimin dan Al-Albani. Mungkin benar dan sesuai Sunnah, dan mungkin salah. Apakah anda mau katakan ijtihad Al-Albani itu Sunnah, sedangkan ijtihad Asy-Syafi’i itu pendapat manusia biasa yang tak perlu diikuti?” pungkasnya.

Show Comments (0) Hide Comments (0)
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted