Nabi Isa Turun, Bukan Terlahir Kembali

Monitorday.com – Kepercayaan akan kedatangan kembali Nabi Isa, atau Yesus, merupakan keyakinan yang dipegang teguh oleh penganut Kristen dan Muslim. Isu ini sering memicu pertanyaan mengenai bagaimana peristiwa tersebut akan terjadi, khususnya dalam konteks Islam, terkait status kelahirannya.

Berdasarkan Alquran dan Hadis, umat Islam meyakini bahwa Nabi Isa akan “turun” ke bumi pada akhir zaman, bukan dilahirkan kembali. Hal ini sejalan dengan pandangan yang dikutip oleh Profesor Shahul Hameed di About Islam, yang menegaskan bahwa kedatangan kedua Nabi Isa telah dikenal luas dalam ajaran Islam.

Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Da’ud dan Ahmad secara spesifik menggambarkan kedatangan Nabi Isa:

“Tidak ada nabi di antara saya dan dia (yaitu Yesus Kristus), dan dia akan turun. Jadi, kenali dia ketika Anda melihatnya. Dia adalah seorang lelaki dengan ketinggian sedang, berkulit kemerahan dan cerah; dia akan mengenakan dua pakaian kuning; rambut kepalanya akan tampak seolah-olah air akan menetes dari sana, sedangkan itu tidak akan basah. Dia akan memerangi orang-orang di jalan Islam, akan menghancurkan Salib dan membunuh babi dan akan menghapuskan jizyah; dan Allah akan mengakhiri semua komunitas di masanya kecuali Islam; dan dia akan membunuh Antikristus (Dajjal); dan dia akan tinggal di dunia selama 40 tahun; kemudian akan mati dan umat Islam akan menawarkan doa pemakaman baginya.”

Hadis tersebut menunjukkan bahwa umat Islam percaya Nabi Isa akan kembali untuk meluruskan kesalahpahaman tentang hidup dan misinya. Pada kedatangan keduanya, Nabi Isa diyakini akan memimpin para penganut Kristen untuk mengakui kebenaran Islam, sehingga pada akhirnya menyatukan dunia kekristenan dengan dunia Islam.

Terkait pertanyaan apakah Nabi Isa akan dilahirkan kembali dari seorang ibu perawan pada kedatangan keduanya, hadis-hadis yang ada tidak membenarkan gagasan tersebut. Ungkapan yang berulang adalah Nabi Isa akan “turun” di antara manusia, bukan “dilahirkan” untuk kedua kalinya. Umat Islam meyakini bahwa Nabi Isa tidak meninggal, melainkan hidup bersama Allah SWT hingga saatnya tiba untuk turun.

Beberapa komentator hadis menyarankan bahwa kedatangan Nabi Isa yang kedua kali akan terjadi dalam bentuk yang sama seperti saat ia diangkat. Ia akan muncul di tengah-tengah manusia tanpa ada yang menyadari pada awalnya, dan tidak ada kemungkinan orang melihatnya turun langsung dari langit.

Show Comments (0) Hide Comments (0)
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted