Ruangsujud.com– Nuzulul Quran menandai peristiwa turunnya wahyu Al-Quran yang pertama kali ke dunia. Peristiwa istimewa ini terjadi pada bulan suci Ramadan, menjadikannya bulan yang sangat mulia dalam kalender Hijriah.
Secara bahasa, “nuzulul” berarti “turun” atau “datang”, sedangkan “Quran” merujuk pada kitab suci umat Islam. Momen ini secara luas dikenal membawa pencerahan bagi alam semesta, menandai dimulainya penyampaian petunjuk ilahi.
Sebelum wahyu pertama ini, Nabi Muhammad SAW merasa sangat prihatin terhadap kemerosotan moral yang melanda masyarakat Arab. Dalam pencarian ketenangan, beliau sering menyepi ke Gua Hira untuk ‘tahannuth’, sebuah bentuk meditasi dan perenungan mendalam, guna mencari jalan membimbing kaum Arab keluar dari kegelapan.
Pada suatu malam di Gua Hira, Malaikat Jibril menampakkan diri di hadapan Nabi Muhammad SAW dan memerintahkannya, “Iqra” (Bacalah!). Namun, Nabi Muhammad menjawab, “Saya tidak bisa membaca.” Perintah tersebut diulang beberapa kali, menyebabkan Nabi Muhammad gemetar ketakutan.
Peristiwa ini menandai wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu Surah Al-Alaq (ayat 1–5): اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ١ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ٣الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ٥
Wahyu pertama ini secara historis menjadi tonggak dimulainya risalah kenabian dan penyebaran ajaran Islam yang membawa perubahan mendasar bagi peradaban.
