Monitorday.com – Rasulullah Muhammad SAW wafat pada hari Senin, bulan Rabiul Awal tahun 11 Hijriah, mengakhiri misi kenabian dan risalah Islam setelah menyampaikan amanah ilahiah kepada seluruh umatnya. Peristiwa duka ini menandai berakhirnya era kenabian dan menyisakan kesedihan mendalam di kalangan sahabat dan umat Islam. Beliau berpulang setelah menyempurnakan risalah dan menyampaikan amanah.
Tanda-tanda akan berpulangnya Rasulullah telah terisyaratkan sejak beberapa waktu sebelumnya. Ini dimulai dengan itikaf panjang selama dua puluh hari di bulan Ramadhan tahun 10 H, pengecekan bacaan Al-Qur’an oleh Jibril dua kali dari biasanya, hingga sabda-sabda beliau saat Haji Wada’ yang mengisyaratkan perpisahan abadi dengan para pengikutnya.
Pada momen Haji Wada’ di Padang Arafah, Rasulullah SAW menyampaikan isyarat perpisahan, bersabda:
“Aku tidak tahu pasti. Barangkali setelah tahunku ini, aku tidak akan bertemu lagi dengan kalian di tempat wukuf ini untuk selamanya.”
Setelah kembali dari haji dan turunnya Surah An-Nashr yang mengisyaratkan kemenangan dan penyempurnaan agama, Rasulullah mulai mengeluhkan sakit kepala hebat pada akhir bulan Shafar tahun 11 H. Selama masa sakitnya, beliau memberikan berbagai wasiat penting, termasuk perintah mengeluarkan kaum musyrik dari Jazirah Arab, berpegang teguh pada Al-Qur’an, memberangkatkan pasukan Usamah bin Zaid, serta menjaga salat dan berbuat baik kepada para budak. Karena kondisi sakit yang kian memberat, beliau menunjuk Abu Bakar untuk mengimami salat berjamaah.
Pada hari kewafatan beliau, Aisyah RA menceritakan detik-detik terakhir. Ketika kepala Rasulullah SAW terbaring di pangkuannya, beliau sempat pingsan sebelum kemudian mengarahkan pandangannya ke atas dan berucap:
“Allahumma ar-rafiq al-a’la’.”
Berita duka menyebar cepat di Madinah, menyebabkan guncangan dan kesedihan mendalam di kalangan sahabat. Bahkan, Umar bin Khattab sempat menyangkal kewafatan beliau. Namun, Abu Bakar ash-Shiddiq segera hadir untuk menenangkan umat, membacakan firman Allah SWT:
“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali Imran: 144)
