Inilah Alasan Sejarawan Husein Haikal Menulis Sirah Nabi secara Rasional, Dan Kesampingkan Kisah-Kisah Ajaib

Ruangsujud.com – Muhammad Husein Haikal, sejarawan Mesir, menulis biografi Nabi Muhammad dalam bukunya “Hayat Muhammad” dengan pendekatan rasional.

Ia menggambarkan Rasulullah sebagai manusia agung yang berakhlak mulia, bukan sosok yang dikelilingi keajaiban supranatural.

Berlatar belakang pendidikan Barat dan pengaruh pemikiran Islam modernis, Haikal menekankan analisis sejarah yang logis dan ilmiah dalam menuturkan kisah hidup Nabi.

Menurutnya, pendekatan ini penting agar teladan Nabi dipahami secara realistis dan relevan oleh manusia biasa.

Pendekatan kritis Haikal sempat menuai kontroversi hebat di kalangan ulama tradisional Mesir.
Namun, Haikal meyakini bahwa keagungan Nabi tampak dalam sisi kemanusiaannya, mulai dari perjuangan, kebijaksanaan, dan kepemimpinan beliau.

Bagi Haikal, mukjizat terbesar yang tak terbantahkan dari Rasulullah adalah Al-Qur’an.

Pesan Al-Qur’an serta keberhasilan misi Nabi dianggapnya sebagai bukti paling rasional atas kenabian Muhammad, sehingga Haikal merasa tak perlu mengandalkan kisah-kisah fantastis untuk menunjukkan kemuliaan Rasulullah.

Konsisten dengan pendekatan tersebut, Haikal mengesampingkan berbagai cerita legendaris yang terlalu ajaib dan minim bukti sejarah.

Misalnya, ia tidak memasukkan kisah malaikat Jibril membelah dada Nabi saat kecil, karena dianggap tak berdasar kuat secara historis dan mungkin bersifat simbolis saja.

Demikian pula, Haikal menghindari kisah-kisah tanda ajaib saat kelahiran Muhammad, serta mukjizat spektakuler seperti Nabi membelah bulan.

Baginya, yang utama dari kisah Rasulullah ialah keteladanannya sebagai manusia dan nilai-nilai luhur yang dibawanya, sehingga kebesaran Nabi tampak tanpa perlu dibalut mitos supranatural.

0
Show Comments (0) Hide Comments (0)
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted