[domain-capital]- Dalam ajaran Islam, hubungan intim antara pasangan suami istri tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan kebutuhan biologis, melainkan juga sebagai bentuk ibadah yang diatur secara detail. Salah satu panduan penting adalah anjuran untuk membaca doa tertentu sebelum dan sesudah melakukan hubungan intim.
Praktik ini memiliki tujuan ganda: untuk menghindarkan pasangan dari gangguan setan selama berinteraksi intim dan untuk meraih keberkahan dari Allah SWT. Melalui doa, pasangan juga berharap dapat dianugerahi keturunan yang saleh dan salehah, sesuai dengan ajaran Islam yang komprehensif.
Sebelum memulai hubungan intim, pasangan suami istri dianjurkan untuk melafalkan doa agar dilindungi dari setan. Adapun lafal doanya ialah:
“بِاسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
Bismillah, allahumma jannibnas-syaithaan wa jannibis-syaithaana maa razaq-tanaa”
Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.
Selain itu, ketika mengalami orgasme atau mengeluarkan air mani, umat Muslim juga diajarkan untuk mengucapkan doa khusus. Doa ini bertujuan agar air mani yang dikeluarkan dapat menjadi cikal bakal keturunan yang baik. Doa ketika mengeluarkan air mani, yaitu:
“اَللّهُـــمَّ اجْعَــلْ نُطْفَتَــنَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّــبَةً”
Kedua doa ini mencerminkan bagaimana Islam mengintegrasikan aspek spiritual ke dalam setiap sendi kehidupan, termasuk dalam hubungan paling intim sekalipun. Melalui pelafalan doa-doa tersebut, pasangan tidak hanya mencari kepuasan lahiriah, tetapi juga keberkahan dan kualitas spiritual bagi keluarga yang akan dibentuk.
Dengan demikian, panduan Islam mengenai doa sebelum dan sesudah berhubungan suami istri menegaskan pentingnya niat dan kesadaran spiritual dalam membina rumah tangga. Hal ini menunjukkan pendekatan holistik dalam ajaran Islam yang mengarahkan setiap tindakan pada pencarian ridha Allah dan pembentukan generasi yang berkualitas.
