Monitorday.com – Gelar “Al Masih” yang melekat pada Nabi Isa alaihissalam telah lama menjadi pusat perhatian dan perdebatan di kalangan ulama serta cendekiawan Islam. Julukan ini, yang secara etimologis memiliki beragam tafsir, memicu diskusi mendalam mengenai makna hakiki dan signifikansi teologisnya dalam konteks kenabian Isa.
Interpretasi para ahli terbagi menjadi beberapa pandangan utama, utamanya terkait asal kata Al Masih. Sebagian besar merujuk pada akar kata `مسح` (masah) yang berarti mengusap atau mengurapi, baik sebagai subjek (pelaku) maupun objek (yang diusap). Sementara itu, pandangan lain mengaitkannya dengan akar kata `ساح` (saha), yang berarti melakukan perjalanan luas di muka bumi.
Salah satu penjelasan penting tentang asal-usul gelar ini disampaikan oleh Ibnu Athiyyah dalam karyanya.
“Banyak orang berbeda pendapat terkait dengan kata Al Masih,” Ibnu Athiyyah (1/436) mengemukakan. “Sebagian mengatakan diambil dari kata ساح – يسيح في الأرض artinya jika pergi dan berjalan di penjuru bumi, wazan (pola kata) nya adalah مفعَلٌ.”
Mengenai tafsir dari akar kata `مسح`, khususnya dengan makna objek, Ibnu Jubair menawarkan sebuah perspektif.
“Dinamakan demikian karena beliau diusap dengan keberkahan,” kata Ibnu Jubair. Tafsir ini sejalan dengan pandangan lain yang menyebut Nabi Isa diurapi dengan minyak suci atau diusap oleh Allah sehingga disucikan dari dosa.
Interpretasi lain yang lebih spesifik datang dari Ibrahim An Nakhoi, yang menyimpulkan makna julukan tersebut secara langsung.
“Al Masih adalah As Shiddiq (yang jujur),” tegas Ibrahim An Nakhoi.
Ada pula pandangan yang mengaitkan Al Masih dengan atribut kerajaan. Menurut Ibnu Jubair dari Ibnu Abbas, “Al Masih adalah al malik (raja), dinamakan demikian karena raja (memiliki mukjizat) menghidupkan yang mati, dan mukjizat lainnya dari dari berbagai mukjizat yang dia miliki. Ini adalah pendapat yang lemah, tidak benar kalau ini merupakan pendapat Ibnu Abbas.” Ragam penafsiran ini menunjukkan kekayaan intelektual dalam memahami salah satu gelar paling ikonik Nabi Isa.
