Monitorday.com – Nabi Isa AS dikenal sebagai satu-satunya Nabi yang dilahirkan tanpa seorang ayah, sebuah peristiwa yang menjadi penanda kekuasaan ilahi. Kelahiran unik ini berasal dari seorang wanita suci, Maryam, yang kisah hidupnya terukir dalam kitab suci Al-Qur’an.
Maryam sendiri merupakan keturunan Keluarga Imran, sebuah dinasti yang namanya juga disematkan sebagai salah satu surat dalam Al-Qur’an, yakni Ali Imran. Keluarga ini dihormati sebagai garis keturunan mulia yang anggotanya secara khusus dipilih oleh Allah SWT.
“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Ali Imran: 33-34)
Sosok sentral dalam keluarga ini adalah Imran bin Matsan, yang nasabnya tersambung hingga Nabi Daud AS. Istrinya, Hannah binti Faquda, dikenal akan ketaatannya beribadah dan nadarnya saat mengandung, sebuah peristiwa yang juga diabadikan dalam Al-Qur’an.
“(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Rabbku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Ali Imran: 35)
Dari garis keturunan Imran ini lahirlah Maryam, ibu Nabi Isa AS, serta Asy-ya’ yang kemudian menjadi istri Nabi Zakariya AS dan ibu dari Nabi Yahya AS. Maryam, putri Imran, diakui sebagai salah satu wanita paling mulia dan sempurna dalam sejarah Islam.
