Buah Khuldi yang Dimakan oleh Adam dan Hawa Tidaklah Seperti yang Kita Bayangkan

Ruangsujud.com – Di taman surga nan indah, Nabi Adam Alaihissalam dan Siti Hawa menikmati segala buah-buahan dan kenikmatan surga.

Mereka bebas mencicipi apa saja, kecuali satu pohon terlarang yang diperingatkan Allah untuk tidak mendekatinya.

Pohon misterius itu kemudian tersohor sebagai pohon khuldi, meski Al-Qur’an tidak pernah menyebut nama buah tersebut.

Iblis pun melihat celah untuk menggoda. Ia berbisik dengan tipu daya bahwa pohon terlarang itu sebenarnya “pohon keabadian” yang akan membuat Adam dan Hawa kekal di surga.

Terpedaya rayuan tersebut, keduanya memetik dan memakan buah itu.

Seketika aurat mereka tersingkap dan penyesalan pun memenuhi hati.

Mereka telah melanggar titah Ilahi, sehingga harus turun dari surga ke bumi, memulai hidup baru sambil memohon ampunan Tuhan.

Misteri buah terlarang itu pun mengundang tanya, sebab Al-Qur’an tak pernah merincinya dan hanya menyebutnya sebagai “pohon”.

Para ulama berbeda pendapat tentang apa sebenarnya buah huldi itu.

Sebagian mengatakan bahwa buah khuldi adalah anggur, karena menyimbolkan sesuatu yang memabukkan hingga hilang kesadaran.

Sementara yang lain ada yang menyebut buah khuldi adalah gandum, atau bahkan membayangkannya sebagai buah apel.

Namun lebih banyak ulama menegaskan bahwa manusia tak perlu memastikan jenis buah ini.

Cendekiawan modern Sayyid Qutub bahkan menganggap “pohon khuldi” adalah sekedar simbol larangan Tuhan yang dihadapi manusia di bumi.

Sebab, inti kisah ini adalah ujian ketaatan dan konsekuensi melanggar perintah Allah, bukan pada jenis buah tersebut.

0
Show Comments (0) Hide Comments (0)
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted