Ruangsujud.com – Pada masa awal kemunculan Islam, Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu menceritakan sebuah peristiwa yang menggetarkan hati.
Suatu hari, seorang lelaki bernama Ghossan bin Malik Al-Amiri datang menemui Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam setelah menempuh perjalanan panjang yang berat.
Ia membawa kisah aneh dari kaumnya, tentang sebuah berhala yang selama ini mereka sembah di bulan Rajab.
Ketika seorang lelaki bernama Ushom hendak menyembelih persembahan di hadapan berhala itu, tiba-tiba terdengar suara dari dalamnya yang menyeru bahwa Islam telah datang, berhala adalah batil, dan agama yang benar telah tampak.
Beberapa waktu kemudian, peristiwa serupa terjadi pada Thoriq, yang juga mendengar suara berhala mengabarkan diutusnya seorang Nabi dari keturunan Hasyim yang membawa petunjuk menuju penyembahan kepada Allah semata.
Kabar-kabar itu mengguncang keyakinan mereka hingga Ghossan sendiri mendengar seruan yang sama. Berhala tersebut bahkan jatuh telungkup seakan mengakui kebatilan dirinya.
Ketika Ghossan menyampaikan kisahnya itu, Rasulullah bertakbir dan para sahabat pun mengikutinya.
Dengan penuh keyakinan, Ghossan melantunkan syair dan bersaksi bahwa Allah adalah Yang Maha Esa, serta Islam adalah agama yang ia yakini sepanjang hidupnya.
