Sejarah Evolusi dan Teori Ilmuwan Muslim Sebelum Darwin

Ruangsujud.com– Narasi tentang teori evolusi yang umum diajarkan selama ini seringkali berpusat pada Charles Darwin dan pengamatannya di Kepulauan Galapagos pada abad ke-19. Namun, pemikiran tentang bagaimana organisme berubah seiring waktu telah ada jauh sebelum era Darwin, sebuah sejarah yang kini mulai diakui dan diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan serta pameran museum.

Pengakuan terhadap kontribusi awal ini salah satunya datang dari Profesor James Higham dari New York University. Higham baru-baru ini memperbarui kuliahnya tentang ekologi perilaku primata untuk mengakui secara layak kontribusi keilmuan Islam, khususnya dari Al-Jahiz (781-869 Masehi), seorang sarjana Muslim yang hidup lebih dari seribu tahun sebelum Darwin.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Profesor Higham menyatakan, “Tampak jelas bahwa sesuatu seperti evolusi melalui seleksi alam telah diusulkan seribu tahun sebelum Darwin/Wallace.

Higham mengungkapkan bahwa ia terkejut dengan kedalaman pemikiran Al-Jahiz. “Saya terkejut dengan sejauh mana Al-Jahiz tampaknya tidak hanya memiliki gagasan evolusioner, namun banyak gagasan yang dapat dikatakan terkait secara khusus dengan proses evolusi melalui seleksi alam,” katanya. Ia menambahkan, “Hal ini tampaknya mencakup gagasan seperti persaingan atas sumber daya yang terbatas, adaptasi sebagai respons terhadap lingkungan, dan spesiasi dari waktu ke waktu sebagai hasilnya.”

Higham sendiri mengakui bahwa ia tidak pernah diajari tentang Al-Jahiz sebagai seorang ahli biologi selama masa pendidikannya, dan hanya mengenalnya secara samar sebagai seorang teolog, penulis, dan sarjana. Penemuannya ini merujuk pada sebuah makalah tahun 2017 berjudul “An untold story in biology: the historical continuity of evolutionary ideas of Muslim scholars from the 8th century to Darwin’s time” oleh Rui Diogo, asisten profesor di Howard University, yang menyoroti delapan sarjana Muslim pra-Darwin.

Langkah Profesor Higham untuk memasukkan Al-Jahiz dan sarjana pra-Darwin lainnya dalam kelas pengantar tentang asal-usul manusia mendapatkan respons positif dari akademisi lain. Beberapa di antaranya, seperti Andy Higginson, seorang ekolog dan Dosen Senior di University of Exeter, menyatakan telah mengambil tindakan serupa dalam perkuliahan mereka, menunjukkan adanya tren revisi sejarah evolusi di kalangan akademisi.

Show Comments (0) Hide Comments (0)
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments