Monitorday.com – Sebuah pertanyaan umum sering muncul di kalangan umat Islam terkait frekuensi penyebutan nama para nabi dalam kitab suci Al-Quran. Data menunjukkan bahwa nama Nabi Isa AS disebutkan sebanyak 25 kali, jauh lebih sering dibandingkan nama Nabi Muhammad SAW yang hanya disebutkan 4 kali.
Fenomena ini memicu diskusi mengenai implikasi teologis dan spiritualnya. Meskipun angka tersebut akurat, para ahli tafsir dan ulama menjelaskan bahwa jumlah penyebutan tidak secara langsung mencerminkan kedudukan atau kemuliaan seorang nabi, melainkan mengandung makna dan konteks yang lebih dalam dalam ajaran Islam.
Menurut sejumlah ulama dan penjelasan keagamaan, “kedudukan Nabi Isa memang sangat tinggi dalam Islam, sampai-sampai Al-Quran menyebut namanya puluhan kali. Beliau adalah seorang nabi yang wajib diimani dan dihormati.” Dari pandangan ini, ditekankan pula bahwa “sudah seharusnya para pemeluk Kristiani pun menghormati Nabi Muhammad SAW, sebab umat Islam tidak kurang hormatnya kepada nabi mereka, walau pun tidak harus menjadikan sang Nabi sebagai Tuhan.”
Penjelasan lebih lanjut mengungkapkan, “penghormatan kepada Nabi Isa dalam pandangan Islam berbeda dengan pandangan Kristiani. Islam tidak menuhankannya, Islam hanya mengakuinya sebagai manusia biasa, namun beliau menerima wahyu dan syariah yang berlaku untuk kaumnya saja.” Para ahli menegaskan, “untuk umat Islam, yang dijadikan sandaran dalam hukum syariah adalah sikap dan teladan Nabi Muhammad SAW.”
Selain itu, data juga menunjukkan bahwa “hubungan Islam dengan Nabi Musa sangat erat, di mana nama Musa disebutkan sebanyak 131 kali dalam Al-Quran.” Namun, ditegaskan bahwa “bagi umat Islam, tidak ada masalah bila nama Nabi Muhammad SAW hanya disebut 4 kali saja, sebab yang penting bukan penyebutan namanya, melainkan kita semua tahu bahwa ke-114 surat dan 30 juz dalam Al-Quran memang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Jadi, kalau keseluruhan Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, buat apa lagi nama beliau harus selalu disebut-sebut.”
Lebih lanjut, para ahli menjelaskan bahwa “kemuliaan suatu makhluk tidak ditentukan dari berapa kali namanya disebutkan di dalam Al-Quran.” Sebagai ilustrasi, “kata Syaithan disebutkan tidak kurang dari 62 kali dan kata Iblis 11 kali, namun keduanya tidak dihormati.” Selain itu, fakta menunjukkan bahwa “setiap ayat Al-Quran yang dimulai dengan kata Qul (katakanlah) merupakan dialog Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan sesuatu, dan jumlahnya mencapai lebih dari 300.”
