Monitorday.com – Kisah hidup Nabi Isa Alaihissalam (AS), salah satu dari lima nabi bergelar Ulul Azmi, menyimpan sejumlah keistimewaan dan mukjizat yang diakui dalam ajaran Islam. Pusat dari narasi ini adalah keyakinan Islam bahwa Nabi Isa tidak pernah dibunuh maupun disalib oleh kaum Bani Israil, melainkan diangkat langsung ke sisi Allah SWT.
Keunikan Nabi Isa telah terlihat sejak kelahirannya, ditandai dengan kemampuan berbicara saat masih bayi dan berbagai mukjizat lain seperti menghidupkan orang mati. Ketika ancaman pembunuhan muncul dari kaum Yahudi, intervensi ilahi memastikan keselamatannya, dengan seorang pengikut yang berkhianat diserupakan dan dibunuh menggantikannya.
Catatan sejarah Islam menyebutkan bahwa kaum Bani Israil, khususnya dari kalangan Yahudi, merencanakan kejahatan untuk menghabisi nyawa Nabi Isa. Namun, menurut keyakinan umat Islam, Allah SWT menyelamatkan Nabi Isa dengan cara mengangkatnya ke langit. Sosok yang kemudian dibunuh oleh Bani Israil adalah individu yang diserupakan dengan Nabi Isa, yang diyakini adalah Yudas Iskariot, salah satu pengikutnya yang berkhianat.
Al-Qur’an secara tegas membantah klaim pembunuhan dan penyaliban Nabi Isa, sebagaimana termaktub dalam Surah An-Nisaa’ ayat 157:
“Dan, karena ucapan mereka, ‘Sesungguhnya, kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, rasul Allah,’ padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya, orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka. Mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.”
Dengan demikian, Nabi Isa diyakini tidak mengalami kematian fisik di tangan musuhnya. Sebaliknya, Allah SWT mengangkatnya ke suatu tempat di langit, sebuah lokasi yang hanya diketahui oleh-Nya, sebagai bentuk penyelamatan dan perlindungan dari rencana jahat tersebut.
Peristiwa pengangkatan Nabi Isa ke hadirat Allah ini kembali ditegaskan dalam Al-Qur’an melalui Surah An-Nisaa’ ayat 158:
“Tetapi, (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan, adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
