Kembalinya Nabi Isa: Meluruskan Kesalahpahaman Teologis

Monitorday.com – Dalam keyakinan Islam, kembalinya Nabi Isa AS ke bumi adalah sebuah peristiwa penting yang dinantikan, berbeda dengan tidak adanya kebutuhan bagi Nabi Muhammad SAW untuk kembali. Kedatangan kembali Nabi Isa disebut memiliki tujuan fundamental untuk menyelesaikan berbagai persoalan teologis dan mengukuhkan pemahaman yang benar mengenai ajarannya.

Nabi Isa, yang juga dikenal sebagai Yesus dalam tradisi Kristen, dianggap sebagai sosok yang kontroversial dan kerap disalahpahami sepanjang sejarah. Kedatangannya kembali diharapkan mampu meredakan perdebatan panjang dan mengklarifikasi statusnya sebagai seorang manusia utusan Allah, bukan Tuhan, bagi mereka yang sebelumnya meragukan atau bahkan mendewakannya.

Mengutip tradisi Muslim, dijelaskan bahwa “Dalam tradisi Muslim Yesus (Nabi Isa as) akan kembali dan berdiam di bumi selama tujuh tahun. Di sisi lain, tidak perlu Nabi Muhammad untuk kembali.”

Sementara itu, gagasan utama di balik kembalinya Nabi Isa adalah, “Tetapi idenya adalah bahwa ketika Yesus sendiri kembali yang akan menyelesaikan semua pertanyaan sehingga mereka yang sebelumnya menolaknya akan melihat pria itu dan sekarang percaya padanya.”

Lebih lanjut, dampak kembalinya Nabi Isa juga akan terlihat pada mereka yang sebelumnya menganggapnya sebagai Tuhan. “Dan orang-orang yang sebelumnya mendewakan Nabi Isa akan melihat dia sekarang tiba dan menjadi bagian dari komunitas Muslim serta beribadah layaknya umat Islam.”

Dengan demikian, saat Nabi Isa kembali, mereka “sekarang tidak akan memiliki pertanyaan lagi. Mereka akan menyadari bahwa Yesus adalah manusia, nabi Allah yang telah secara keliru dijadikan Tuhan.”

Show Comments (0) Hide Comments (0)
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted