Yamal Kecam Chant Anti-Islam di Laga Spanyol vs Mesir: Agama Bukan Bahan Menghina

Ruangsujud.com – Pemain tim nasional Spanyol, Lamine Yamal, menegaskan identitasnya sebagai seorang Muslim sekaligus mengecam aksi bernuansa anti-Islam yang terjadi dalam pertandingan uji coba antara Spanyol dan Mesir.

Insiden tersebut terjadi saat laga yang digelar di Stadion RCDE pada Rabu (1/4) dini hari WIB. Dalam pertandingan itu, sebagian suporter tuan rumah terdengar menyanyikan chant berbunyi “yang tidak melompat adalah Muslim,” yang kemudian memicu kontroversi dan dinilai sebagai tindakan rasis.

Yamal menilai penggunaan isu agama sebagai bahan ejekan tidak dapat dibenarkan, meskipun ia memahami bahwa nyanyian tersebut ditujukan kepada tim lawan dan bukan secara personal kepadanya.

“Di stadion terdengar nyanyian ‘yang tidak melompat adalah Muslim’. Saya tahu itu ditujukan untuk tim lawan dan bukan sesuatu yang pribadi terhadap saya,” tulis Yamal melalui akun Instagram pribadinya.

Meski demikian, pemain muda milik FC Barcelona itu menegaskan bahwa sebagai seorang Muslim, ia tetap merasa tindakan tersebut tidak sopan dan tidak bisa ditoleransi.

Ia juga menambahkan bahwa tidak semua suporter memiliki sikap serupa, namun secara tegas mengkritik pihak-pihak yang membawa isu agama ke dalam stadion.

“Menggunakan agama sebagai bahan ejekan di lapangan membuat Anda terlihat bodoh dan rasis. Sepak bola seharusnya dinikmati dan didukung, bukan untuk menghina orang karena siapa mereka atau apa yang mereka yakini,” ujarnya.

Terlepas dari insiden tersebut, Yamal tetap menyampaikan apresiasi kepada para suporter yang hadir dan berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Ia pun menutup pernyataannya dengan optimisme menatap ajang internasional berikutnya.

“Sampai jumpa di Piala Dunia,” tulisnya.

Show Comments (0) Hide Comments (0)
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted