Ekonomi Syariah Respon Indonesia Atasi Guncangan Global

Ruangsujud.com– Konflik geopolitik yang memanas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini menjadi ancaman sistemik bagi stabilitas ekonomi global. Eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah telah melampaui batas regional, memicu guncangan yang terasa di berbagai belahan dunia melalui kenaikan harga energi, gangguan rantai pasok global, serta volatilitas pasar keuangan internasional.

Indonesia, sebagai bagian integral dari sistem ekonomi global, tidak luput dari dampak krusial ini. Tekanan fiskal signifikan muncul akibat lonjakan harga minyak dunia yang memengaruhi subsidi energi dan biaya impor. Kondisi ini berpotensi memicu arus keluar modal, melemahkan nilai tukar rupiah, dan memperlambat laju investasi serta pertumbuhan ekonomi domestik.

Menyoroti dampak ini, Riduan Mas’ud, Guru Besar Ekonomi Syariah FEBI UIN Mataram, menyatakan, “Dalam perkembangan mutakhir, eskalasi di kawasan Timur Tengah telah menjelma menjadi guncangan sistemik yang mengguncang stabilitas ekonomi global.” Dampak langsung terasa pada inflasi barang dan jasa yang pada akhirnya menekan daya beli masyarakat secara luas.

Namun, situasi ini juga membuka perspektif strategis bagi Indonesia. “Namun demikian, memandang situasi ini semata sebagai ancaman akan membuat kita kehilangan perspektif strategis. Di balik tekanan global, terdapat peluang besar untuk melakukan reposisi ekonomi nasional secara lebih progresif,” ujar Mas’ud. Kerentanan yang ada perlu direspons dengan peran aktif negara melalui kebijakan fiskal terukur untuk menjaga stabilitas dan melindungi kelompok rentan.

Di tengah kompleksitas tantangan global, ekonomi syariah muncul sebagai alternatif solusi. Mas’ud menegaskan, “Di tengah kompleksitas tersebut, ekonomi syariah menawarkan pendekatan yang tidak hanya normatif, tetapi juga aplikatif dalam menghadapi krisis global.” Sistem ini berlandaskan prinsip keadilan, keseimbangan, dan keterkaitan erat dengan sektor riil, menjauhi spekulasi yang sering mendominasi sistem konvensional.

Pendekatan ekonomi syariah menekankan bahwa setiap aktivitas keuangan harus berdasar pada aset nyata, yang berpotensi membangun resiliensi ekonomi nasional. Fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan yang inklusif sejalan dengan konsep ‘capability approach’ yang memastikan kemampuan masyarakat untuk bertahan dan berkembang di tengah kondisi sulit, bukan hanya menjaga stabilitas indikator makro ekonomi semata.

Show Comments (0) Hide Comments (0)
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments