Monitorday.com – Memasuki kalender Hijriah ke-7, umat Muslim kini berada di bulan Rajab 1440 Hijriah. Bulan Rajab secara tradisional dianggap sebagai salah satu bulan yang memiliki keutamaan, mendahului datangnya bulan suci Ramadan.
Kehadiran bulan Rajab seringkali dikaitkan dengan berbagai amalan dan peristiwa bersejarah, meskipun terdapat perdebatan di kalangan ulama mengenai autentisitas beberapa riwayat hadis yang populer di masyarakat terkait keistimewaan bulan ini.
Salah satu hadis yang sering disebut-sebut namun dinilai bermasalah oleh para ahli hadis adalah, “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.” Menurut Ibnul Jauzi, As Shaghani, dan As Suyuthi, hadis ini dikategorikan sebagai hadis maudlu’ atau palsu.
Lebih lanjut, popularitas hadis tersebut di masyarakat berbanding terbalik dengan pandangan ulama. Al-Hafidz Abul Fadhl Muhammad bin Nashir, seorang ahli hadis, mengutip dalam al-Lali’ al-Mashnu’ah bahwa perawi hadis tersebut, Abu Bakr an-Naqasy, adalah seorang pemalsu hadis dan pendusta.
Meski demikian, kemuliaan bulan Rajab, yang merupakan bulan ketujuh dalam penanggalan Hijriah, tidak diragukan dari aspek historis dan kebudayaan. Sejak masa pra-Islam, bangsa Arab telah memuliakan bulan ini, salah satunya dengan tradisi menyembelih anak unta pertama yang lahir.
Bulan Rajab juga mencatat beberapa peristiwa penting dalam sejarah Islam. Salah satu di antaranya adalah wafatnya Rasyidudin Shuwari pada 1 Rajab 639 Hijriah, seorang ahli flora dan tabib yang diakui sebagai peletak dasar keilmuan tanaman obat.
