RUANGSUJUD.COMĀ – Penerjemahan karya-karya berbahasa Suryani ataupun Yunani ke dalam bahasa Arab kira-kira dimulai pada abad ke-8 M. Sumber-sumber klasik memuji dukungan Khalid ibn Yazid (w. 704 M) dari Dinasti Umayyah sebagai penyelenggara penerjemahan karya-karya kedokteran, kimia, dan astrologi ke dalam bahasa Arab. Ia menyediakan sejumlah harta dan memerintahkan para sarjana Yunani yang bermukim di Mesir. Upaya ini merupakan awal mula dilakukannya proyek penerjemahan dalam sejarah Islam.
Pada masa Dinasti Abbasiyah, Khalifah Harun Al-Rasyid beberapa kali melakukan serangan ke Romawi dan menjadi jalan masuknya manuskrip-manuskrip Yunani terutama yang berasal dari Amorium dan Ankara. Pada masa Al-Makmun, dia mengirim utusan ke Konstantinopel untuk menghadap ke Raja Leo dari Armenia dalam rangka mencari manuskrip-manuskrip Yunani tersebut. Untuk memahami naskah-naskah tersebut, khalifah bersandar pada terjemahan dari para sarjana di daerah yang ditaklukkan, baik Yahudi, Kristen, maupun Penyembah Berhala (Shabiāin). Para sarjana ini menjadi penghubung pertama yang memperkenalkan orang-orang Arab-Muslim dengan peradaban Yunani, sebab naskah-naskah tersebut terlebih dahulu diterjemahkan ke dalam bahasa Suryani dan kemudian ke dalam bahasa Arab.
Puncak interaksi antara Islam dan peradaban Yunani terjadi pada masa pemerintahan Al-Maāmun. Teks-teks Yunani tidak hanya diperlukan dalam bidang ilmu pengetahuan, filsafat, dan kedokteran saja, tetapi juga untuk mendukung kecenderungan rasionalistik Muātazilah yang dijadikan sebagai mazhab negara. Pada masa Al-Maāmun inilah didirikan Baitul Hikmah di Baghdad pada 830 M sebagai perpustakaan dan institut penerjemahan. Baitul Hikmah yang dipimpin oleh Yuhanna ibn Masawaih (w. 857 M) dan digantikan oleh muridnya, Hunain ibn Ishaq (w. 873), adalah institut terbesar sepanjang sejarah penerjemahan karya-karya filsafat dan kedokteran Yunani.
Di antara karya-karya yang berhasil ditermejahkan di dalam Baitul Hikmah ini antara lainĀ Analytica PosterioraĀ karya Aristoteles,Ā Synopsis of the EthicĀ karya Galen, sejumlah intisari karya-karya Plato sepertiĀ Sophist,Ā Permenides,Ā Politicus,Ā Republic, danĀ Laws. Ish?a?q ibn H?unain dikatakan berhasil menerjemahkan dari bahasa Suryani sejumlah karya-karya Aristoteles sepertiĀ Ā Categories,Ā Hermeneutica,Ā Generation and Corruption,Ā NicomacheanĀ Ethics,Ā De Plantis, dan beberapa bagian dariĀ Physics.
Adapun karya Aristoteles lainnya yaituĀ MetaphysicsĀ diterjemahkan oleh Astha?t (Eustathius) dan Yah?ya ibn Adi. Yah?ya ibn Adi bersama Abu? Bishr Matta?, gurunya, juga dipercaya menerjemahkan karya Aristoteles lainnya yaituĀ RhetoricĀ danĀ Poetics. Dua karya terakhir ini merupakan bagian dari karya utama Aristoteles dalam bidang logika yang dikenal denganĀ OrganonĀ dalam tradisi Arab dan Suryani.
