Ruangsujud.com– Ribuan warga, keluarga korban, penyintas, serta pejabat dari berbagai negara berkumpul di Pusat Memorial Srebrenica–Potočari, Bosnia dan Herzegovina, Sabtu, 11 Juli 2026. Mereka memperingati 31 tahun Genosida Srebrenica, salah satu tragedi kemanusiaan paling kelam di Eropa setelah Perang Dunia II.
Peringatan tahun ini juga diiringi pemakaman sepuluh korban yang jasadnya baru berhasil diidentifikasi. Peti-peti jenazah dibawa ke kompleks pemakaman Potočari untuk disalatkan dan dimakamkan di dekat ribuan korban lainnya.
Genosida Srebrenica terjadi pada Juli 1995 ketika pasukan Serbia Bosnia mengambil alih wilayah Srebrenica yang sebelumnya dinyatakan sebagai zona aman Perserikatan Bangsa-Bangsa. Lebih dari 8.000 laki-laki dan anak laki-laki Muslim Bosnia atau Bosniak kemudian dibunuh secara sistematis.
Jasad para korban sempat dikuburkan di sejumlah kuburan massal. Sebagian jenazah bahkan dipindahkan ke lokasi lain untuk menyembunyikan bukti kejahatan. Akibatnya, proses pencarian dan identifikasi korban terus berlangsung hingga lebih dari tiga dekade setelah tragedi tersebut.
Dalam upacara peringatan, para penyintas dan keluarga korban kembali menyerukan pentingnya menjaga kebenaran sejarah. Mereka menilai penyangkalan terhadap genosida dapat membuka ruang bagi kebencian, perpecahan, dan pengulangan kejahatan kemanusiaan pada masa mendatang.
Tragedi Srebrenica telah dinyatakan sebagai genosida oleh pengadilan internasional. Mantan komandan militer Serbia Bosnia Ratko Mladić juga dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas perannya dalam genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan berbagai kejahatan perang selama konflik Bosnia.
Pada 2024, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 11 Juli sebagai Hari Internasional untuk Mengenang dan Memperingati Genosida Srebrenica 1995. Peringatan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat dunia bahwa setiap korban harus dikenang dan setiap bentuk kebencian berbasis agama maupun etnis harus dilawan.
