Muslim Eropa Capai 46 Juta, Demografi Benua Terus Berubah

Ruangsujud.com– Data terbaru Pew Research Center menunjukkan bahwa Muslim merupakan sekitar 6% penduduk Eropa pada 2020, dengan jumlah sekitar 46 juta jiwa. Angka tersebut meningkat 16% dibandingkan 2010. Namun, gambaran demografi keagamaan Eropa perlu ditempatkan secara lebih tepat: Muslim merupakan kelompok agama terbesar kedua setelah Kristen, tetapi kelompok religiously unaffiliated atau tidak beragama juga jauh lebih besar, sekitar 25% populasi Eropa.

Perubahan paling besar selama 2010–2020 justru terjadi pada kelompok Kristen dan masyarakat yang tidak berafiliasi dengan agama. Jumlah Kristen turun 9% menjadi sekitar 505 juta, sedangkan kelompok tidak beragama meningkat 37% menjadi sekitar 190 juta. Proporsi Kristen turun menjadi 67%, sementara kelompok tidak beragama meningkat menjadi 25%. Pew mencatat perubahan tersebut terutama berkaitan dengan proses religious switching, ketika orang yang dibesarkan sebagai Kristen kemudian mengidentifikasi diri sebagai tidak beragama.

Dari sisi demografi, Muslim merupakan kelompok agama dengan median usia paling muda di Eropa, yakni sekitar 34 tahun. Sebagai perbandingan, median usia Kristen sekitar 45 tahun dan Yahudi sekitar 53 tahun. Struktur usia yang lebih muda menjadi salah satu faktor yang membuat populasi Muslim memiliki potensi pertumbuhan lebih besar dibandingkan sejumlah kelompok agama yang lebih tua.

Migrasi juga menjadi faktor penting. Pew memperkirakan bahwa dari peningkatan sekitar 6,2 juta jumlah Muslim di Eropa antara 2010 dan 2020, sekitar 3,5 juta merupakan Muslim yang lahir di luar Eropa. Hampir 1 juta di antaranya berasal dari Suriah. Pertumbuhan karena migrasi terutama terlihat di negara seperti Swedia, Austria dan Jerman yang menerima banyak pengungsi Suriah.

Angka 46 juta Muslim tersebut juga perlu dipahami sebagai estimasi untuk tahun 2020, bukan angka aktual 2026. Studi Pew yang diterbitkan pada 2025 menggunakan data sensus dan survei hingga 2020; Pew tidak menyajikan angka resmi 2026 yang dapat langsung menggantikan estimasi tersebut. Karena itu, klaim bahwa jumlah Muslim Eropa pada 2026 sudah mencapai 46–50 juta sebaiknya disebut sebagai perkiraan, bukan angka resmi terbaru Pew.

Sementara itu, proyeksi Pew yang sering dikutip mengenai 2050 masih menggunakan skenario yang dibuat berdasarkan kondisi 2016. Dalam skenario tanpa migrasi, proporsi Muslim diproyeksikan mencapai 7,4%; dalam skenario migrasi menengah menjadi 11,2%; dan dalam skenario migrasi tinggi mencapai 14%. Pew menekankan bahwa ketiga angka tersebut merupakan skenario, bukan prediksi pasti, karena kebijakan migrasi, kondisi ekonomi, dan arus pengungsi sangat sulit dipastikan dalam jangka panjang.

Dengan demikian, transformasi demografi keagamaan Eropa bukan semata-mata cerita tentang pertumbuhan Islam. Fenomena yang lebih besar adalah kombinasi pertumbuhan Muslim, penurunan proporsi Kristen, dan meningkatnya kelompok tidak beragama. Perubahan tersebut akan memengaruhi kebijakan pendidikan, migrasi, integrasi sosial, kebebasan beragama, serta hubungan antar-komunitas di Eropa dalam beberapa dekade mendatang.

Show Comments (0) Hide Comments (0)
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted