Ibnu Taimiyyah: Ulama Bisa Terjatuh Bid’ah Tak Sadar

Monitorday.com – Pemikiran ulama besar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengenai praktik bid’ah (inovasi dalam agama) kembali menjadi sorotan. Ia menyatakan bahwa banyak ulama, baik dari generasi salaf (terdahulu) maupun khalaf (belakangan), mungkin saja telah melakukan atau mengucapkan hal-hal yang tergolong bid’ah tanpa mereka sadari.

Pernyataan ini menyoroti kompleksitas dalam memahami ajaran agama dan membuka ruang diskusi mengenai faktor-faktor yang dapat menyebabkan seorang mujtahid terjatuh pada praktik bid’ah secara tidak sengaja, serta implikasi teologisnya terkait pengampunan. Berikut kutipan lengkap pernyataan beliau:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- berkata, “Kebanyakan dari para mujtahid salaf (terdahulu) dan khalaf (belakangan) telah mengucapkan dan melakukan sesuatu yang bid’ah, dalam kondisi tidak tahu kalau hal itu bid’ah.”

Ia melanjutkan dengan menguraikan beberapa alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi, antara lain, “Mungkin karena hadits-hadits dhoif (lemah) yang mereka sangka shohih, atau mereka memahami beberapa ayat Al Quran (dengan suatu makna), yang makna tersebut tidak diinginkan, atau karena suatu pendapat yang mereka pandang (sebagai pendapat yang benar), dalam kondisi dalam masalah itu terdapat dalil-dalil yang belum sampai kepada mereka.”

Namun, Ibnu Taimiyyah juga menegaskan adanya kelonggaran ilahi bagi mereka yang berusaha semaksimal mungkin dalam ketakwaan, “Jika seorang bertaqwa (takut) kepada Rabb-nya (Alloh) sesuai dengan apa yang dia mampu, maka dia masuk dalam firman Alloh Ta’ala:”

Kemudian, ia mengutip firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dari Al-Qur’an, “ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا” (Wahai Rabb kami! Janganlah Engkau siksa kami jika kami lupa atau salah.)

Show Comments (0) Hide Comments (0)
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments