Ruangsujud.com – Istilah Al-Masih yang melekat pada Nabi Isa AS menjadi salah satu pembahasan penting dalam studi Islam dan perbandingan agama. Gelar tersebut beberapa kali disebut dalam Al-Qur’an, namun maknanya dalam perspektif Islam memiliki perbedaan mendasar dibanding pemahaman Mesias dalam tradisi Kekristenan maupun Yahudi.
Dalam Al-Qur’an, Isa disebut sebagai “Al-Masih Isa putra Maryam”. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa kata Al-Masih berasal dari akar kata Arab masaha yang memiliki makna mengusap atau membersihkan. Sebagian mufasir klasik menafsirkan gelar tersebut merujuk pada kemampuan Nabi Isa menyembuhkan orang sakit dengan menyentuh atau mengusap mereka atas izin Allah SWT.
Ada pula pandangan lain yang menyebut Al-Masih berarti sosok yang diberkahi dan disucikan. Dalam perspektif Islam, gelar itu merupakan bentuk kemuliaan yang diberikan Allah kepada Isa sebagai nabi pilihan, bukan penanda sifat ketuhanan. Karena itu, Islam memandang Al-Masih sebagai gelar kehormatan dan spiritual, bukan identitas ilahi sebagaimana dipahami dalam sebagian teologi Kristen.
Berbeda dengan konsep Mesias dalam Kekristenan yang dikaitkan dengan penyelamat umat manusia dari dosa, Islam tidak menghubungkan Al-Masih dengan konsep penebusan dosa. Dalam ajaran Islam, setiap manusia bertanggung jawab atas amalnya masing-masing dan tidak menanggung dosa orang lain. Isa dipandang sebagai pembawa risalah tauhid dan petunjuk hidup, bukan sebagai penebus dosa manusia.
Kajian mengenai gelar Al-Masih juga sering menjadi topik penting dalam dialog Islam dan Kristen. Para akademisi studi agama menilai istilah tersebut menunjukkan adanya irisan sejarah dan linguistik antara Islam, Kristen, dan Yahudi. Namun, masing-masing agama memberikan penafsiran berbeda sesuai fondasi teologinya.
Menurut para ulama dan peneliti tafsir, memahami makna Al-Masih dalam Islam penting untuk menghindari kesalahpahaman mengenai posisi Nabi Isa dalam ajaran Islam. Islam menghormati Isa sebagai salah satu nabi terbesar, tetapi tetap menempatkannya sebagai manusia dan hamba Allah SWT yang diutus untuk membimbing umat manusia menuju tauhid dan keadilan.
