RUANGSUJUD.COM - Vladmir Putin adalah Presiden Rusia yang masih menjabat sampai hari ini. Sebagai pemimpin dari negara Adidaya, dia sangat disegani oleh pemimpin negara-negara lainnya. Putin beragama Kristen Ortodoks atau Kristen Timur. 

Sikap Putin akhir-akhir ini cukup disorot media berkaitan dengan pembelaannya terhadap Nabi Muhammad SAW. Putin mengatakan bahwa menghina Nabi Muhammad SAW bukanlah suatu kebebasan berpendapat, melainkan penistaan agama. 

Sikap Putin tersebut diapresiasi oleh Perdana Menteri Pakistan Imran Khan yang sepakat dengan pandangan Putin. “Saya menyambut baik pernyataan Presiden Putin yang menegaskan kembali pesan saya bahwa menghina Nabi Suci kita (SAW) bukanlah ‘kebebasan berekspresi’. Kami Muslim, terutama para pemimpin Muslim, harus menyebarkan pesan ini kepada para pemimpin dunia non-Muslim untuk melawan Islamofobia,” tulis PM Khan di Twitter, Sabtu (25/12/2021).

Sikap Putin yang simpatik dan membela umat Islam bukanlah hal yang aneh. Dalam QS. Al Maidah: 82 Allah SWT berfirman: 

Dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.” Yang demikian itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tidak menyombongkan diri.

Salah satu dari contoh ayat ini adalah Raja Najasyi dari negeri Habasyah yang memberikan suaka kepada umat Islam. Raja Najasyi melindungi umat Islam dari kejaran kaum kafir Quraisy. Raja Najasyi pun masuk Islam. Jenazahnya dishalat ghaibkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat. 

Dalam pertempuran antara Persia dan Romawi pun, umat Islam lebih condong membela Romawi. Hal ini disebabkan Persia mendukung kafir Quraisy. Secara akidah, Romawi yang ahlul kitab lebih dekat dengan muslim. Maka ketika Romawi berhasil mengalahkan Persia, Al Quran turut bergembira. 

Dalam QS. Ar Ruum: 4, Allah SWT berfirman: 

"Dan di hari kemenangan bangsa Romawi itu bergembiralah orang-orang yang beriman."

Vladimir Putin adalah kaum Romawi dan Nasrani di masa kini. Jika dia simpati kepada muslim hal ini sesuai dengan prediksi Al Qur'an. Dimana pada masa lalu umat Islam dan Nasrani sempat punya hubungan yang baik juga.