RUANGSUJUD.COM - Al-Hasan menceritakan bahwa ada sebuah pohon yang disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, lalu seorang laki-laki mendatangi pohon tersebut seraya berkata,

“Sungguh, saya akan menebang pohon ini.”

Dia datang untuk menebang pohon ini dengan penuh amarah murni karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lantas Iblis menemuinya dalam bentuk manusia, lalu dia berkata, “Apa yang engkau inginkan?”

Lelaki tersebut menjawab, “Saya ingin menebang pohon yang disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Iblis berkata, “Jika engkau tidak menyembah pohon ini, maka apakah orang yang menyembahnya mengganggumu?”

Dia menjawab, “Sungguh, saya akan menebangnya.”

Lalu setan berkata kepadanya, “Apakah kamu mau sesuatu yang lebih baik buatmu, yaitu kamu tidak menebangnya dan setiap hari kamu mendapati dua dinar di bantalmu di pagi hari.”

Dia bertanya, “Dari siapa dua dinar tersebut?” Setan menjawab, “Dariku untukmu.”

Selanjutnya dia pulang. Dia pun menemukan dua dinar di bantalnya.

Setelah itu, keesokan harinya dia tidak menemukan apa-apa di bantalnya, lalu dia bangkit dengan penuh emosi hendak menebang pohon.

Lantas setan menjelma dalam bentuk manusia berkata, “Apa yang engkau inginkan?” Dia menjawab, “Saya ingin menebang pohon yang disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Setan berkata, “Kamu bohong. Kamu tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya.”

Dia masih tetap pergi untuk menebang pohon, lalu setan membantingnya ke tanah dan mencekiknya sampai hampir mati.

"Saya menipu kamu dengan dua dinar, lalu aku tidak memberikan lagi. Ketika engkau datang dengan penuh emosi karena dua dinar, maka saya dapat menguasai kamu.” ujar Iblis. 

Sang pemuda terjebak rayuan Iblis. Pada awalnya dia ikhlas ingin menebang pohon karena sumber kesyirikan. Namun setelah diberi dua dinar, niatnya tidak ikhlas lagi. Niatnya menebang pohon karena marah sudah ditipu oleh Iblis.