RUANGSUJUD.COM - Nabi Isa Alaihissalam dipandang secara berbeda oleh tiga agama samawi, yakni Yahudi, Kristen  dan Islam. Secara silsilah, Nabi Isa adalah orang Yahudi. Karena dia keturunan Bani Israil. Dia juga hidup di tengah-tengah komunitas Yahudi. Namun bagi pemeluk agama Yahudi, Isa bukanlah Nabi. Melainkan juru selamat palsu. 

Ada beberapa alasan mengapa Yahudi begitu membenci Nabi Isa. Pertama Nabi Isa banyak merevisi hukum-hukum Yahudi dalam Taurat. Isa merevisi hukum Taurat yang cukup ketat menjadi hukum kasih. Misalnya memakan daging babi yang asalnya tidak boleh menjadi boleh. Karena menurut Nabi Isa yang menjadi masalah, bukanlah yang masuk ke mulutmu. Melainkan ucapan yang keluar dari mulut. 

Contoh lain Nabi Isa mengubah hukum mata dibalas mata, tangan dibalas tangan menjadi jika kamu ditampar pipi kanan, maka berilah pipi kirimu. Nabi Isa juga mengajarkan kasihilah musuhmu. Hal ini menambah ketidaksukaan orang Yahudi terhadap Isa. Karena Yahudi merindukan sosok Nabi yang bisa memimpin bangsanya untuk berperang. Sementara sebaliknya, Isa malah mengajak manusia mengasihi sesama. 

Puncak dari kekesalan Yahudi adalah disalibnya Nabi Isa atas keputusan hakim Pontius Pilatus pada masa kekaisaran Romawi. Disalibnya Nabi Isa, kemudian kesaksian bahwa dia bangkit kembali membuat pengikutnya kemudian membuat ajaran baru, yakni Kristen. Beberapa muridnya menulis 4 kitab injil yang menjadi kanon perjanjian baru. Agama Kristen kemudian berkembang pesat setelah berhasil mengajak kaisar Romawi untuk masuk Kristen. 

Nabi Isa yang oleh mereka disebut Yesus Kristus dianggap tidak sekadar nabi, namun reinkarnasi dari Tuhan itu sendiri. Nabi Isa disebut anak Tuhan. Dalam perkembangan selanjutnya, lahirlah konsep trinitas yakni 3 pribadi dalam satu sosok. Doktrin ini diterima dalam mayoritas umat Kristen kecuali Arianisme yang dianggap bid'ah oleh umat Kristen pada masa itu. 

Kebalikan dari Yahudi, dalam Kristen sosok Isa ditinggikan sampai terlalu tinggi. Isa dituhankan, padahal saat beliau hidup sendiri dia tidak mendeklarasikan diri sebagai anak Tuhan. Namun begitulah iman kelompok Kristen yang tidak disepakati oleh agama Yahudi dan Islam. 

Bagaimana dengan Islam? Islam memandang Nabi Isa secara proporsional. Islam memuliakan Nabi Isa tidak seperti Yahudi yang menistanya. Namun Islam tidak menuhankan Nabi Isa seperti yang dilakukan umat Kristiani. Bagi Islam Isa adalah Nabi putra Maryam dan hamba Allah, bukan anak Allah SWT. Bagi Islam tauhid murni itu meyakini bahwa Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. 

Islam menekankan dalam Al Qur'an bahwa Isa adalah anak laki-laki Maryam sebagai anti tesis dari Isa anak Allah. Islam juga mempercayai mukjizat Nabi Isa seperti bisa berbicara saat masih bayi, bisa menyembuhkan orang sakit bahkan menghidupkan orang mati. Islam juga percaya bahwa yang disalib bukanlah Isa, melainkan sosok yang diserupakan dengan Isa yakni Yudas.