RUANGSUJUD.COM - Pada tahun 2018 dilaksanakan Konsultansi Tingkat Tinggi (KTT) mengenai Islam Wasathiyah di Bogor. Kegiatan ini diinisiasi oleh Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Antaragama Prof. Din Syamsuddin. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Syaikh Al Azhar Ahmad Thayyib dan ratusan ulama dari berbagai negara. 

Hasil dari KTT tersebut adalah deklarasi Bogor yang berbunyi:
Bismillahirrahmaanirrahiim...
Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Kami, Cendekiawan Muslim Dunia, bersidang di Konsultasi Tingkat Tinggi Cendekiawan Muslim Dunia tentang Wasatiyyat Islam, di Bogor, Jawa Barat, Indonesia, pada tanggal 1 Mei, 2018;
Mengakui realitas peradaban modern yang menunjukkan kekacauan global, ketidakpastian dan akumulasi kerusakan global, diperparah oleh kemiskinan, buta huruf, ketidakadilan, diskriminasi, dan berbagai bentuk kekerasan, baik di tingkat nasional maupun global;
Percaya pada Islam sebagai agama damai dan rahmat (din aI-salam wa alrahmah), agama keadilan (din aI-adalah), dan agama peradaban (din aI-hadarah) yang prinsip dan ajaran dasarnya mengajarkan cinta, rahmat , harmoni, persatuan, kesetaraan, perdamaian, dan kesopanan;
Mengakui bahwa paradigma Wasatiyaat Islam, sebagai ajaran utama Islam, telah dipraktekkan dalam perjalanan sejarah sejak era Nabi Muhammad SAW, khalifah yang dibimbing dengan benar (al-Khilafah alRashida), ke periode modern dan kontemporer, di berbagai negara di seluruh dunia, serta menegaskan kembali peran dan tanggung jawab moral para cendekiawan Muslim untuk memastikan dan memelihara generasi masa depan untuk membangun peradaban Ummatan Wasatan;
Dengan ini berkomitmen untuk:
1. Mengaktifkan kembali paradigma Wasatiyyat Islam sebagai ajaran Islam pusat yang meliputi 7 (tujuh) nilai utama:
Tawassut, posisi di jalur tengah dan lurus;
I'tidal, berperilaku proporsional dan adil dengan tanggung jawab;
Tasamuh, mengakui dan menghormati perbedaan dalam semua aspek kehidupan;
Syura, bersandar pada konsultasi dan menyelesaikan masalah melalui musyawarah untuk mencapai konsensus;
Islah, terlibat dalam tindakan yang reformatif dan konstruktif untuk kebaikan bersama;
Qudwah, merintis inisiatif mulia dan memimpin untuk kesejahteraan manusia;
Muwatonah, mengakui negara bangsa dan menghormati kewarganegaraan.
2. Menjunjung tinggi nilai-nilai paradigma Wasatiyyat Islam sebagai budaya hidup secara individual dan kolektif, dengan melambangkan semangat dan eksemplar dari sejarah peradaban Islam;
3. Memperkuat tekad untuk membuktikan kepada dunia, bahwa umat Islam sedang mengamati paradigma Wasatiyyat Islam dalam semua aspek kehidupan;
4. Mendorong negara-negara Muslim dan komunitas untuk mengambil inisiatif untuk mempromosikan paradigma Wasatiyyat lslam, melalui World Fulcrum of Wasatiyyat Islam, dalam rangka membangun Ummatan Wasatan, sebuah masyarakat yang adil, makmur, damai, inklusif, harmonis, berdasarkan pada ajaran Islam dan moralitas.
Semoga Allah Swt Memberkati Kami.
Bogor, 3 Mei 2018 17 Sha 'ban 1439H
Deklarasi ini perlu disosialisasikan secara masif. Jangan sampai hanya menjadi sebuah teks yang tidak diaplikasikan dan disosialisasikan kepada masyarakat luas.