RUANGSUJUD.COM - Seseorang sahabat mendatangi Rasulullah SAW dan meminta agar membantunya mencari unta untuk memindahkan barang-barangnya. Rasulullah berkata: “Kalau begitu kamu pindahkan barang-barangmu itu ke anak unta di seberang sana”. 

Sahabat itu bingung bagaimana mungkin seekor anak unta dapat memikul beban yang berat. “Ya Rasulullah, apakah tidak ada unta dewasa yang sekiranya sanggup memikul barang-barangku ini?”

Rasulullah pun menjawab, “Aku tidak bilang anak unta itu masih kecil, yang jelas dia adalah anak unta. Tidak mungkin seekor anak unta lahir dari ibu selain unta,”. Sahabat tersenyum dan dia-pun mengerti canda Rasulullah. (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Kisah di atas menunjukkan bahwa Rasulullah SAW mempunyai selera humor yang cerdas. Rasulullah juga bergurau tanpa unsur kebohongan di dalamnya. Memang benar setiap yang dilahirkan dari unta adalah anak unta. Hanya saja sahabat mengira bahwa yang dimaksud anak unta hanya unta yang masih kecil saja. 

Apa yang dilakukan Rasulullah dapat mencairkan suasana dan menambah keakraban antar mereka. Maka seorang muslim tidak dilarang mempunyai selera humor atau tertawa. Yang penting tidak berlebihan.