RUANGSUJUD.COM - Presiden Korea Utara Kim Jong Un dikenal sebagai pemimpin otoriter,diktator bahkan kejam. Stigma negatif melekat kepadanya khususnya dari negara-negara barat yang menjunjung HAM dan demokrasi. 

Pemberitaan mengenai beliau pun lebih sering menunjukkan sisi negatif dibanding dengan positif. Misalnya sering muncul berita Kim Jong Un menghukum mati pejabat yang tidak menuruti keinginannya. 

Kim Jong Un sempat juga dikabarkan meninggal yang ternyata merupakan isu tidak benar. Korea Utara selama ini digambarkan buruk oleh media. Sangat kontras dengan negara tetangganya Korea Selatan. 

Namun siapa sangka di balik stigma negatif yang melekat, Kim Jong Un mempunyai sisi positif berupa dukungan terhadap agama Islam di negaranya.

Walaupun ideologi komunisme dikenal sebagai tidak bertuhan atau beragama, namun Kim Jong Un tidak melarang warganya beragama, termasuk Islam. 

”Upaya untuk merusak Korut dengan fitnah adalah tindakan tidak masuk akal termasuk dengan menuduh di Korut tidak ada kebebasan beragama, itu benar-benar tidak masuk akal."

"Sepenuhnya, kami menjamin kebebasan berkeyakinan setiap warga negara,” ujar Kim.

Menurut Pew Research Center, ada sekitar 3.000 orang muslim di Korea Utara. Pada tahun 2013, dibangun sebuah Masjid di Komplek Kedutaan Besar Iran yang menjadi satu-satunya Masjid di Korea Utara. 

Namanya Masjid Arrahman. Gaya arsitekturnya khas Persia-Iran. Bangunannya tidak megah, namun cukup untuk mengobati kerinduan pemeluk agama Islam di negara Kim Jong-un itu.

Pengunjungnya sebagian besar karyawan kedutaan besar negara muslim yang bermukim di Korea Utara, seperti Iran, Mesir, Libya, dan Pakistan.

Segelintir warga negara Indonesia juga disebut rajin datang ke sana.

Sama seperti masjid-masjid di negara lain, masjid di Korea Utara juga masih menggelar ibadah rutin, seperti salat lima waktu, salat Jumat, dan salat Id.

Suasana beribadah di Korea Utara bisa dinikmati dari video Youtube salah satunya warga negara Indonesia yang sempat tinggal di sana, Jaka Parker.

Melihat video unggahannya pada tahun 2017, suasana salat Id di Masjid Ar-Rahman tak jauh berbeda dengan di Indonesia.

Walau ruangannya tidak seluas masjid di Indonesia, jemaah terlihat khusuk bertakbir dan berdoa.

Setelah salat Id, ada acara makan-makan di rumah Duta Besar Indonesia untuk Korea Utara. Ketupat dan opor juga ikut disajikan.