RUANGSUJUD.COM - Beredar sebuah potongan video ceramah Ustadz Mizan Al Qudsiah. Ceramah tersebut dinilai provokatif karena menyudutkan kebiasaan masyarakat Lombok. Ustadz Mizan menyebut bahwa kebanyakan makam yang diziarahi di NTB hanya berisi "tai anjing". Dia menyebut kata kasar tersebut dalam bahasa Lombok. 

Potongan video tersebut memancing sekelompok massa untuk bergerak membakar masjid yang sedang dibangun di kawasan Ponpes As Sunnah. Ponpes tersebut merupakan binaan dari Ustadz Mizan Al Qudsiyah. Pembakaran tersebut diduga dipicu oleh video tersebut. 

Pengurus Nahdlatul Wathan Lombok Tengah melaporkan Mizan Al Qudsiyah kepada pihak kepolisian karena tidak terima dengan tuduhan Mizan tersebut. Pihak kepolisian menindaklanjuti laporan dengan mengadakan penyelidikan siapa yang memviralkan video tersebut. 

“Lajnah Hukum dan HAM PD NWDI Lombok Tengah sedang berkoordinasi dalam menyusun laporan keberatan atas pernyataan Mizan Qudsiyah tersebut,” ungkap TGH Habib Ziadi Tohir usai menggelar rapat terbatas virtual malam ini, Sabtu (01/01/2022).

Sementara itu, pihak Ustadz Mizan Al Qudsiah memberikan klarifikasi bahwa video tersebut telah dipotong dan dijadikan bahan provokasi oleh oknum. Video tersebut juga merupakan video lama yakni tahun 2020 yang diangkat kembali.