RUANGSUJUD.COM - Sebagian ahli mengatakan bahwa faktor viralnya boneka arwah karena banyak orang yang merasa kesepian. Akhirnya mereka melampiaskan rasa kesepian mereka dengan memelihara boneka. Sebagian menambah unsur mistik dengan mempercayai bahwa boneka yang mereka pelihara berisi arwah orang yang sudah meninggal. 

Padahal sebenarnya, ada banyak cara lain untuk mengatasi kesepian selain dari memelihara boneka. Cara-cara yang tidak melanggar syariat Islam dan juga hukum negara. Ajaran Islam pun mengajarkan umatnya agar mempunyai kesehatan mental yang terjaga. Rasa kesepian mengakibatkan masalah dalam kesehatan mental. Karena itu kita perlu mengulas cara-cara mengatasi persoalan mental yang sesuai dengan ajaran Islam. 

1. Perbanyak Ibadah dan Berzikir

Dalam QS. Ar Ra'd: 28 Allah SWT berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah (berdzikir), hati menjadi tenteram.” Zikir yang benar sejatinya bisa membuat hati tentram. Zikir bisa dengan lisan atau hati. Di masyarakat, aktifitas zikir sering disebut dengan wirid. 

Selain zikir, aktifitas ibadah seperti shalat dan baca Al Qur'an bisa juga membuat hati tenteram. Aktifitas-aktifitas ibadah dalam Islam mengharuskan pelakunya untuk bersikap khusyuk. Kekhusyukan akan membawa kepada ketenangan. 

Dalam pemikiran spiritual dan sekuler, orang menenangkan diri dengan meditasi. Dalam Islam, meditasi sudah tercakup dalam ibadah-ibadah yang disyariatkan. Ibadah dalam Islam dapat menggantikan fungsi meditasi. 

2. Berkumpul Dengan Orang Yang Saleh

Dalam Islam jamaah lebih baik dibandingkan sendiri. Bahkan ada keterangan bahwa seseorang yang sendirian lebih rentan diganggu setan dibanding dengan orang yang berjamaah. Shalat berjamaah pun lebih utama dibanding dengan sendiri. 

Ajaran Islam lebih mendorong seseorang untuk bersosialisasi atau bermasyarakat dibanding menyendiri. Dengan catatan masyarakatnya tidak kental dengan kemaksiatan atau dosa. Bermasyarakat akan membuat kita tidak kesepian dan mental lebih sehat. 

Untuk menguatkan sikap spiritual kita juga perlu lingkungan yang mendukung. Misalnya komunitas hijrah atau pengajian. Tentu saja pengajian dengan paham keagamaan yang mencerahkan dan tidak sempit. 

3. Konsultasi Ke Psikolog

Dalam QS. Al Anbiya: 7 Allah SWT berfirman: Maka bertanyalah kepada Ahli Dzikir jika kamu tidak mengetahui. Secara sederhana ayat ini bisa juga diartikan bahwa tanyalah kepada yang mengetahui mengenai hal-hal yang tidak diketahui. 

Psikolog mempunyai keahlian dalam persoalan kesehatan jiwa. Maka konsultasi ke psikolog dalam rangka memulihkan kesehatan mental merupakan pilihan yang tepat. Psikolog juga bisa memberikan saran dan jalan keluar terhadap masalah yang dihadapi. 

4. Refreshing Dengan Hiburan Atau Jalan-Jalan

Islam tidak melarang jalan-jalan atau hiburan selama tidak mengandung unsur kemaksiatan. Sesekali kita perlu refreshing untuk menyegarkan pemikiran kita. Berjalan-jalan ke tempat wisata juga tidak ada salahnya.