RUANGSUJUD.COM - Cuitan Ferdinand Hutahaean mendadak viral dan dilaporkan sebagai penistaan agama. Melalui akun twitternya, mantan politisi Partai Demokrat tersebut mengkritisi para pembela Habib Bahar bin Smith yang mengawal proses hukumnya. Menurut Ferdinand, Tuhan tidak perlu dibela. Dia membandingkan Tuhan yang dia yakini dengan Tuhan umat Islam yang menurutnya lemah karena perlu pembelaan. 

Pernyataan Ferdinand bukanlah hal yang baru. Jauh sebelumnya, Gus Dur pernah mengatakan hal yang sama saat sedang berkonflik dengan FPI. Sayangnya Ferdinand sepertinya tidak mengetahui maksud dan konteks Gus Dur mengatakannya. Lalu dia sembarangan mengatakannya untuk menyerang lawan politiknya. Dia kena batunya, dilaporkan atas tuduhan penistaan agama. 

Lantas, benarkah Tuhan tidak perlu dibela? Atau sebenarnya Tuhan justru harus dibela? Jawabannya bisa dua-duanya. Dalam konteks Kemahakuasaan Tuhan, maka benar bahwa Tuhan tak memerlukan pembelaan dari makhluknya. Kitalah yang membutuhkan Tuhan, bukan Tuhan yang butuh kita. 

Dalam QS. Luqman: 12 Allah SWT berfirman: "Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu, ”Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.”

Ayat ini menegaskan bahwa Allah tak membutuhkan syukur makhluknya. Jika semua makhluknya ingkar atau kufur, kemuliaan Allah SWT tak berkurang sedikit pun. 

Namun dalam konteks lain, yakni penghambaan terhadap Allah SWT, sebagai hamba kita harus membela Allah SWT. Cara membela Allah SWT adalah dengan membela agamaNya yakni Islam. 

Dalam QS. Muhammad: 7 Allah SWT berfirman: Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agamaAllah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Artinya Allah SWT memerintahkan kita untuk menolong agamanya. Jika kita melakukan itu, maka akan ada balasan yang didapat oleh kita berupa pertolongan dan meneguhkan kedudukan kita di sisiNya. 

Persoalannya kemudian adalah bagaimana cara membela agama Allah SWT dengan benar? Jangan sampai kita membela agama Allah namun sebenarnya melanggar syariat Allah. Oleh karena itu pembelaan terhadap agama Allah harus dilakukan dengan cara-cara yang elegan. Jika ada yang membela agama Allah namun malah dengan cara-cara yang membuat tidak simpatik, boleh jadi ada kesalahan dalam memahami pembelaan terhadap Allah SWT.