RUANGSUJUD.COM - Ajaran Islam mendorong laki-laki maupun perempuan untuk menuntut ilmu. Tak ada perbedaan kewajiban baik antara laki-laki maupun perempuan dalam menuntut ilmu. Sejak zaman Nabi Muhammad SAW, perempuan sudah berperan dalam periwayatan hadits. Tanpa perempuan-perempuan seperti Sayyidah 'Aisyah dan Ummu Salamah ada banyak hadits tidak akan sampai kepada umat Islam sekarang. 

Oleh karena itu bukan hal yang aneh jika pada masa kini, perempuan muslimah pun turut berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Tercatat ada 6 ilmuwan muslimah karyanya diakui oleh dunia. Mereka adalah muslimah-muslimah berpengaruh yang produktif menghasilkan karya. Siapa saja mereka? 

1. Sutayta Al Mahamali

Sutayta Al Mahamali berasal dari Baghdad, menjadi pakar matematika pada abad ke-7. Kecintaannya kepada ilmu diwariskan dari ayahnya Abdullah Al Hussain yang merupakan penulis buku dan hakim. Kelak putranya juga berhasil menjadi hakim seperti kakeknya.

Sutayta adalah seorang pakar matematika khususnya di bidang aritmatika sedangkan aritmatika sendiri adalah cabang ilmu matematika yang mempelajari tentang operasi bilangan atau orang menyebutnya dengan teori bilangan disini yang dipelajari adalah tentang penjumalahn, penguranagan, perkalian dan pembagian.
2. Mariam Al Ijiliya
Mariam Al Ijiliya atau yang dikenal dengan Mariam Al Astrolabi merupakan astronom perempuan muslimah. Dia dilahirkan di Suriah pada abad ke 10 Masehi. Karyanya adalah menemukan astrolab. Astrolab merupakan perangkat astronomi untuk menentukan lokasi perbintangan. Di zaman keemasan Islam astrolab juga bisa digunakan untuk kepentingan ibadah seperti penentuan arah kiblat. 
3. Rufaida Al Aslamia
Rufaida merupakan perawat dan dokter bedah perempuan pertama dalam dunia Islam. Dia lahir pada tahun 570 Masehi. Dia merupakan kaum Anshor yang menyambut Nabi Muhammad SAW saat hijrah ke Madinah. Kepiawaiannya dalam merawat orang yang terluka digunakan dalam membantu Perang Badar, Perang Uhud dan Perang Khandaq. 
Setelah peperangan usai, perempuan Muslim itu melanjutkan kegiatan sosialnya menolong pasien yang membutuhkan. Rufaida juga senang hati membantu anak-anak yatim piatu, cacat dan miskin hingga akhir hayatnya. Kisah inspiratif tentang ketangguhan dan kehebatan Rufaida dalam dunia keperawatan diceritakan dari generasi ke generasi. Di Pakistan, namanya pun diabadikan menjadi nama sebuah gedung Aga Khan University.
4. Prof. Bina Shaheen Siddiqui
Prof. Bina Shaheen Siddiqui merupakan ilmuwan perempuan asal Pakistan yang mempunyai 12 paten termasuk konstituen anti kanker. Dia memperoleh gelar Ph.D dari Pakistan pada tahun 2001. Saat ini dia dipercaya sebagai Professor di HEJ Research Institute of Chemistry. Beliau memperoleh penghargaan dari luar dan dalam negeri. Karya tulisnya pun dimuat baik di jurnal nasional maupun internasional. 
5. Prof. Nesreen Ghaddar
Nesreen Ghaddar merupakan ilmuwan muslimah asal Lebanon. Dia mempunyai keahlian dalam ilmu teknik mesin. Keahliannya diabdikan di American University of Beirut sebagai guru besar dalam bidang teknik mesin. Dia juga memimpin jurnal teknik terapan dan menjadi di Akademi Sains Islam Dunia. 
6. Tri Mumpuni Wiyatno
Tri Mumpuni merupakan ilmuwan perempuan muslimah asal Indonesia. Karyanya yang diakui dunia adalah Pembangkit Listrik Tenagah Mikrohidro yang telah dia bangun di puluhan lokasi di Indonesia. Alumni IPB ini beserta suaminya melihat potensi air yang ada di desa-desa yang belum diterangi listrik. Oleh karena itu merencanakan pembangunan PLTMH dengan terlebih dahulu meminta izin kepada kepala desa. 
Agar PLTMH yang dibuat bisa terus mengalirkan listri, maka tidak boleh dilakukan penebangan terhadap pohon dan vegetasi di sekitar aliran sungai. Tri tak jarang harus menginap di desa tempat dia membangun PLTMH. Berkat karyanya Tri mendapatkan Ashden Award pada tahun 2012, Ramon Magsaysay Award pada tahun 2011 dan Climate Hero pada tahun 2005.