RUANGSUJUD.COM - Nabi Muhammad SAW merupakan sosok paling berpengaruh di dunia. Setiap detail kehidupannya masih terekam jelas walau sudah melewati ribuan tahun lalu. Kita sebagai umat beliau didorong untuk mempelajari gerak-gerak kehidupan Nabi SAW, tidak hanya itu, kita harus mencontohnya dan mengamalkan apa yang menjadi suruhannya dan menjauhi apa yang menjadi larangannya.

Sosoknya yang mulia nan agung membuat sosoknya tak lepas dari sorotan manusia seluruh dunia, bahkan bukan umat islam saja, umat dari agama lain pun ada yang membaca dan meneliti kehidupan nabi SAW, tak jarang dari mereka ada yang mualaf.

Dikutip dari About Islam, seorang pemuda Inggris bernama Yusuf Derbeshyre menjadi mualaf setelah membaca biografi Nabi Muhammad SAW. Ia memiliki kebiasaan membaca buku untuk mengisi waktu luang.

Suatu hari, ia berkunjung ke toko buku, namun tidak menemukan buku menarik untuk dibaca. Saat ia berbalik pulang, tak sengaja ia menabrak rak buku. Sambil membereskannya, ia melihat buku karangan Barnaby Rogersosn berjudul ‘Biografi Nabi Muhammad’. Ia pun mengambilnya dan membacanya, hingga buku tersebut mengantarkannya untuk mengenal islam.

Begitu luar biasa kehidupan Nabi SAW, pengaruhnya bahkan melintasi waktu. Hanya dengan membaca biografinya saja, dapat memluluhkan hati seorang non-muslim. Apalagi jika sezaman dengan beliau dan menjadi saksi langkah hidup beliau, tidak terbayang betapa terang pesonanya.

Berikut ada beberapa fakta menarik berkaitan dengan kehidupan Nabi Muhammad SAW:

1. Nama “Muhammad” paling populer di seluruh dunia, meski dalam padanan kata yang berbeda, seperti Mohammed, Mochamad, atau Ahmad dll.

Sebuah nama biasanya berisi doa dan harapan orangtua. Khusus keluarga muslim, banyak yang membubuhkan “Muhammad” dalam rangkaian nama seorang anak. Secara etimologis, Muhammad berarti yang terpuji. Sedangkan secara ideologis, Muhammad berarti seorang Nabi dan utusan Allah yang terakhir yang bertugas menyempurnakan akhlak.

Seorang anak yang diberi nama ‘Muhammad’ diharapkan bisa mencontoh akhlak Nabi SAW dan dapat menjadi orang yang terpuji seperti Nabi SAW. Popularitas nama ‘Muhammad’ tersebar di seluruh dunia. Banyak survey yang membuktikan bahwa nama Muhammad banyak digunakan untuk nama bayi.

Misalnya saja di Inggris, Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) menyebutkan pada Senin (18/10), Muhammad adalah nama paling populer peringkat kelima untuk nama bayi laki-laki pada tahun 2020. Mohammed dan Mohammad juga termasuk di antara 100 nama bayi laki-laki paling populer di Inggris yang menduduki peringkat 32 dan 74.

2. Salah satu orang yang wajahnya haram dilukiskan.

Selain memang haram dan banyak mafsadatnya, ternyata Nabi SAW pernah menyumpahi orang yang mengagung-agungkan gambar atau mengkultuskan orang shalih sebagai sejelek-jelek makhluk.

Dari ‘Aisyah r.a, dia berkata : Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sakit, sebagian isteri beliau menyebut-nyebut sebuah gereja yang mereka lihat di negeri Habasyah yang disebut gereja Maria.

Ummu Salamah dan Ummu Habibah r.a pernah mendatangi Habasyah, mereka menyebutkan tentang kebagusan dan gambar-gambar yang ada di dalam gereja. Lalu Nabi SAW mengangkat kepalanya dan bersabda, “Itulah orang-orang yang bila ada orang shalih di antara mereka yang mati, mereka membangun masjid di atas kuburannya kemudian membuat gambar-gambarnya. Itulah sejelek-jelek makhluk di sisi Allah.” (HR. Ahmad dan Al-Bukhari).

Islam sangat menjaga orisinalitas sumber ajaran agama, sehingga untuk menghindari pengkultusan terhadap sumber ajaran agama yaitu Rasulullah SAW. Maka hukumnya haram melukiskan wajah Nabi SAW. Bukannya tidak mengenang Rasulullah. Pengilustrasian wajah nabi dapat mengundang pembenci nabi untuk menghina beliau.

3. Nabi SAW tinggal di rumah kecil, beratapkan jerami dan beralaskan tanah. Setiap ruangannya disekat oleh batang pohon yang direkatkan dengan lumpur yang dicampur kapur.

Kesederhanaan hidup nabi tercermin dari rumah yang ditempatinya dan baju yang dipakainya. Kita pasti mengira bahwa hidup seorang nabi akan enak karena sudah dijamin Allah. Tapi nyatanya tidak, Nabi sengaja mencontohkan hidup sederhana kepada umatnya.

Imam Bukhori dalam kitabnya menyebutkan bahwa Daud Bin Qais meriwayatkan hadits seperti ini: “Saya melihat kamar Rasulullah saw atapnya terbuat dari pelepah kurma yang terbalut dengan serabut, saya perkirakan lebar rumah ini, kira kira 6 atau 7 hasta (1 hasta = 0,45 meter), saya mengukur luas rumah dari dalam 10 hasta, dan saya kira tingginya antara 7 dan 8, saya berdiri di pintu kamar Aisyah saya dapati kamarnya menghadap Maghrib (Maroko)”.

Riwayat lain menceritakan bahwa suatu hari  Umar bin Khattab pernah menemui baginda Nabi Muhammad SAW. Saat itu beliau sedang berbaring di atas tikar kasar yang terbuat dari pelepah kurma, dengan berbantalkan kulit kasar yang berisi serabut ijuk kurma. Melihat keadaan Nabi Muhammad yang seperti itu Umar pun menangis.

Selanjutnya Umar bereaksi, “Bagaimana aku tidak menangis. Tikar ini membekas pada tubuhmu. Engkau adalah Rasulullah SAW, utusan Allah SWT. Kekayaanmu hanya seperti ini. Sedangkan kaisar dan raja-raja lainnya hidup bergelimangkan kemewahan.”

Nabi Muhammad SAW merespon Umar: “Tidakkah engkau lebih senang wahai Umar, jika kita dapat memperoleh kebahagiaan akhirat, sedangkan mereka (para raja dan kaisar) memperoleh kenikmatan dunia?.”

4. Harta Nabi SAW yang paling mewah hanyalah sepasang alas kaki berwarna kuning, hadiah dari Negus, penguasa Abissinia.

Prof Quraish Shihab, dalam tulisannya berjudul Lentera Al-Quran melukiskan bahwa Nabi Muhammad merupakan orang yang sederhana. Bagi Nabi, harta yang paling berharga adalah sepasang alas kakinya yang warnanya kuning, hadiah dari Raja Negus di Abbissinia.

Gambaran warna kuning pada sandal Nabi Muhammad sebelumnya telah dibuktikan keabsahannya oleh Ibnu Arabi, Ibnu Asakir, Ibnu Marzuqi al-Faruqi, as-Suyuthi, as-Sakhawi, dan at-Tata’i. Sandal tersebut ditunjukkan langsung oleh istri Nabi Muhammad, Siti Aisyah.

5. Dari 9 Istri, Nabi SAW hanya memiliki 1 orang anak laki-laki dari Mariah Al-Qibtiyah dan 2 orang anak laki-laki dan 4 orang anak perempuan dari Siti Khadijah.

Keseluruhan anak-anak Nabi SAW berjumlah 7 anak. 6 anak dari Siti Khadijah, yaitu Qasim, Abdullah, Zaenab, Ruqayah, Ummu Kultsum, dan Fatimah. Sedangkan satu orang anak dari Mariyah al-Qibthiyah, yaitu Ibrahim.

Diceritakan bahwa ketiga anak laki-laki Nabi wafat di umur yang masih sangat muda yaitu sekitar umur 2 tahun. Sementara anak-anak perempuannya tumbuh menjadi perempuan pendamping para pejuang Islam. Ruqoyah dan Ummu Kultsum adalah istri dari Utsman bin Affan, Fatimah Az-Zahra istri Ali bin Abi Thalib, dan Zaenab istri dari Abul Ash Al Rabi.