RUANGSUJUD.COM - Silaturahmi sudah menjadi bahasa Indonesia. Diserap dari bahasa Arab yakni silat yang artinya menyambungkan dan Rahmi yang artinya kasih sayang. Secara sederhana silaturahmi berarti menyambungkan kasih sayang. 

Silaturahmi identik dengan kegiatan halal bi halal setelah lebaran. Identik juga dengan bersalam-salaman. Walau tidak salah, namun makna silaturahmi tidak sebatas itu. Guna mengetahui maknanya secara utuh, mari kita simak kumpulan dalil tentang silaturahmi yang diambil dari Al Qur'an dan hadits. 

1. Dalam QS. An Nisaa: 1 Allah SWT berfirman: Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.

Ayat tersebut memaknai silaturahmi sebagai memelihara hubungan kekeluargaan. Hal ini penting karena seluruh manusia hakikatnya 1 keluarga, yakni mempunyai ayah Nabi Adam dan ibu Siti Hawa. Persaudaraan antar manusia akan membuat kehidupan menjadi harmonis. Sebaliknya konflik akan membuat jatuh banyak korban jiwa. 

2. Silaturahmi bisa memperbanyak rezeki dan memperpanjang umur. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang berbunyi: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaklah ia bersilaturahim.”

Silaturahmi bisa memperluas rezeki karena dengan punya banyak kenalan dan menjalin hubungan baik dengan mereka, jika kita sedang kesulitan, maka orang yang kita kenal akan segera menolong. Silaturahim juga bisa memperpanjang umur, karena orang yang rajin silaturahim akan dikenang walau sudah meninggal. Seolah umurnya panjang. 

3. Silaturahmi adalah ciri keimanan. Hal ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari yang berbunyi: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia menyambung tali silaturahmi".

Silaturahmi itu penting dan dapat menjadi salah satu ciri seseorang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir. Artinya seseorang yang memutus tali silaturahmi maka tidak sempurna keimanannya. 

4. Silaturahmi dapat kembali menghubungkan hubungan yang terputus. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi: "Orang yang menyambung silaturrahmi bukanlah yang memenuhi (kebutuhan), melainkan orang yang menyambung hubungannya kembali ketika tali silaturrahmi itu sempat terputus." (HR. Bukhari)

Dalam menjalani hubungan dengan orang lain tidak selalu datar atau mulus. Seringkali ada kerikil yang membuat hubungan renggang. Silaturahmi dapat menyambungkan kembali hubungan yang terputus antara kita dengan orang lain. 

4 Dalil di atas menunjukkan bahwa silaturahmi adalah sikap baik yang penting dimiliki oleh seorang muslim. Memutus silaturahmi adalah sikap tidak terpuji. Sebaliknya menjaga silaturahmi merupakan wujud keimanan seseorang. Karena itu mari kita jaga silaturahmi kita dengan orang lain.