RUANGSUJUD.COM - Menurut Ali bin Abi Thalib r.a. ilmu lebih utama dibanding harta. Dalam tulisan sebelumnya telah diuraikan 5 alasan hal tersebut. Berikut adalah 5 alasan selanjutnya: 

6. Orang berilmu dipanggil yang mulia sedangkan orang berharta dipanggil dengan sebutan kikir, bakhil atau pelit.

Hal ini bisa terjadi jika si pemilik harta enggan berbagi hartanya kepada yang membutuhkan. Namun jika mau berbagi maka si pemilik harta akan disebut sebagai dermawan. Namun kemuliaan orang berilmu tidak perlu diperdebatkan lagi. Bahwa orang yang berilmu akan dipandang mulia oleh yang tidak berilmu. 

7. Pemilik ilmu akan mendapat syafaat dengan ilmunya sedangkan pemilik harta akan diperhitungkan dengan hartanya.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa salah satu amal jariyah yang terus mengalir walaupun pemiliknya telah meninggal adalah ilmu yang bermanfaat. Ilmu juga bisa menjadi syafaat bagi orang yang memilikinya. Dengan catatan ilmunya diamalkan dan bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Sementara itu harta yang kita punya akan dihisab, dari mana didapat dan untuk apa dihabiskan. Walaupun harta seseorang dihabiskan untuk beramal, namun akan lebih lama masuk surga karena dihisab dulu. Apalagi jika harta yang dikumpulkan digunakan untuk maksiat, maka harta itu akan mencelakakannya. 

8. Ilmu tidak pernah habis atau hancur tapi sebaliknya harta akan hancur sesuai dengan perjalanan waktu.

Ilmu bisa menjadi abadi saat dituliskan. Kita masih bisa membaca pemikiran-pemikiran ulama terdahulu walaupun mayoritas mereka sudah wafat. Hal ini menjadi bukti bahwa ilmu bisa abadi. Sementara harta nilainya akan menyusut seiring dengan berjalannya waktu. Fungsinya pun akan berkurang. Pada akhirnya harta akan hancur menjadi rongsokan. 

9. Ilmu akan menyinari/menerangi hati sedangkan harta akan menjadikan hati keras.

Ada sebuah ungkapan ilmu itu cahaya, bodoh itu bahaya. Ilmu bisa menyinari hati yang memilikinya. Hati yang terang akan melahirkan akhlak yang baik. Sementara pemilik harta yang sombong dengan hartanya sudah pasti keras hatinya. Karena dalam pikirannya hanya berisi dunia saja. 

10. Pemilik ilmu akan merasa bahwa ia seorang hamba sedang pemilik harta akan merasa seperti penguasa bahkan sebagai Tuhan.

Ilmu semakin banyak digali maka akan semakin membuat pemiliknya merasa bodoh. Sebaliknya harta semakin banyak didapat bisa membuat pelakunya merasa angkuh. Bahkan dalam level ekstrem bisa seolah-olah menuhankan dirinya sendiri. Hal ini bisa kita lihat dalam kisah Qarun dan Firaun. 

Tentu uraian di atas jangan dipahami bahwa umat Islam haram mencari harta dan hanya boleh menuntut ilmu. Bukan begitu maksudnya. Harta tetap penting dan bisa membawa kebaikan di tangan orang yang tepat. Umat Islam tidak diharamkan untuk menjadi kaya manakala kekayaannya bisa membawa semakin dekat kepada Allah SWT. 

Keutamaan ilmu dibanding harta mesti kita pahami agar kita menghargai ilmu dan ulama. Bahwa hidup jangan hanya dihabiskan untuk mencari harta, namun juga untuk mencari ilmu. (Tamat)