Tasbih adalah bentuk dzikir yang paling dasar dan mendalam dalam Islam. Kata ini berasal dari akar kata s-b-ḥ dalam bahasa Arab, yang berarti mensucikan atau menyucikan Allah dari segala kekurangan dan ketidaksempurnaan. Kalimat tasbih yang paling umum diucapkan adalah “Subhanallah”, yang artinya “Maha Suci Allah.” Dengan kalimat ini, seorang Muslim mengakui bahwa Allah bebas dari segala sifat yang tidak layak bagi-Nya.
Tasbih adalah bagian penting dalam dzikir yang sehari-hari diucapkan umat Islam. Ia bukan hanya pujian, tetapi pernyataan iman bahwa Allah adalah Zat yang sempurna dalam segala hal. Saat seseorang mengatakan Subhanallah, ia sedang menegaskan bahwa Allah tidak seperti makhluk, tidak memiliki kekurangan, dan tidak bisa disamakan dengan apapun.
Keutamaan tasbih sangat besar. Dalam berbagai hadis, Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa kalimat tasbih adalah salah satu dzikir terbaik. Rasulullah bersabda, “Kalimat yang paling dicintai oleh Allah adalah: Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar.” (HR. Muslim). Kalimat-kalimat ini ringan di lisan, namun berat di timbangan amal.
Tasbih juga menjadi bagian dari rangkaian dzikir setelah salat yang dianjurkan Nabi SAW. Bersama dengan tahmid dan takbir, tasbih diucapkan 33 kali sebagai bentuk pengingat diri dan penyucian jiwa setelah menunaikan kewajiban kepada Allah. Tidak hanya setelah salat, tasbih juga dianjurkan di waktu pagi dan sore sebagai bagian dari wirid harian yang mendekatkan hati kepada Allah.
Lebih dari itu, tasbih juga menjadi penenang hati. Saat seseorang sedang gelisah, kecewa, atau tertekan, mengucapkan Subhanallah bisa menjadi bentuk pelarian terbaik. Karena dalam kalimat ini, ada keikhlasan dan penyerahan diri yang total bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah, dan bahwa Allah Maha Suci dari kesalahan.
Tasbih juga menjadi penghapus dosa. Dalam hadis riwayat Muslim, disebutkan bahwa siapa yang mengucapkan “Subhanallah wa bihamdih” seratus kali dalam sehari, maka dosa-dosanya akan diampuni, meskipun sebanyak buih di lautan. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang luar biasa kepada hamba-Nya yang senantiasa berdzikir.
Lebih menarik lagi, semua makhluk di alam semesta ini juga bertasbih kepada Allah. Dalam QS. Al-Isra’ ayat 44, Allah berfirman bahwa langit, bumi, dan segala isinya bertasbih kepada-Nya, meskipun manusia tidak dapat memahami cara mereka bertasbih. Ini menunjukkan bahwa tasbih adalah fitrah makhluk dalam menyucikan Sang Pencipta.
Dengan memahami makna dan keutamaan tasbih, kita bisa menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Bukan hanya di lisan, tapi juga dalam perasaan dan perbuatan. Karena sesungguhnya, orang yang paling tenang dan damai adalah mereka yang senantiasa mensucikan Allah dalam setiap nafasnya.