Connect with us

Hi, what are you looking for?

Hikmah

Keutamaan Sikap Wara’ dalam Kehidupan Muslim

Dalam Islam, sikap wara’ memiliki makna yang mendalam dan penting bagi seorang Muslim. Wara’ berasal dari kata bahasa Arab yang berarti menjauhi atau menjaga diri dari segala hal yang dapat mendekatkan kepada kemaksiatan atau dosa. Sikap wara’ melibatkan kesadaran yang tinggi terhadap ketaatan kepada Allah SWT serta penghindaran terhadap segala hal yang merugikan agama dan moralitas. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi keutamaan sikap wara’ bagi seorang Muslim dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

1. Kesucian Hati dan Perbuatan

Salah satu keutamaan utama dari sikap wara’ adalah menjaga kesucian hati dan perbuatan. Seorang Muslim yang memiliki wara’ akan selalu berusaha untuk menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat. Mereka akan memperhatikan setiap langkah dan tindakan mereka, memastikan bahwa mereka selalu berada dalam ketaatan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Wara’ adalah salah satu cabang iman” (HR. Bukhari dan Muslim). Sikap wara’ membantu seorang Muslim untuk memelihara kemurnian hati dan integritas moral mereka, sehingga menciptakan hubungan yang lebih dekat dengan Allah SWT.

2. Menghindari Perbuatan Haram

Sikap wara’ juga membantu seorang Muslim untuk menghindari perbuatan haram dan mencari ridha Allah SWT. Mereka akan berhati-hati dalam memilih tindakan mereka, memastikan bahwa mereka tidak melanggar batasan-batasan yang telah ditetapkan dalam agama Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran, “Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu” (QS. At-Talaq: 2-3). Dengan memiliki sikap wara’, seorang Muslim dapat menjaga diri dari perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT dan menghindari dosa-dosa yang dapat merugikan diri mereka sendiri.

3. Membangun Kedekatan dengan Allah SWT

Salah satu tujuan utama dari sikap wara’ adalah untuk membangun kedekatan yang lebih dalam dengan Allah SWT. Seorang Muslim yang memiliki wara’ akan selalu sadar akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan mereka. Mereka akan berusaha untuk melakukan segala sesuatu dengan mengikuti ajaran Islam dan menghindari segala hal yang dapat mendekatkan mereka kepada kemaksiatan. Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang paling aku cintai dan yang paling dekat denganku di hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya di antara kalian” (HR. Tirmidzi). Dengan memiliki sikap wara’, seorang Muslim dapat memperkuat iman mereka dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

4. Menghindari Perbuatan Syubhat

Sikap wara’ juga membantu seorang Muslim untuk menghindari perbuatan-perbuatan yang bersifat syubhat, yaitu hal-hal yang tidak jelas status hukumnya dalam Islam. Mereka akan berhati-hati dalam mengambil keputusan dan memastikan bahwa tindakan mereka sesuai dengan ajaran Islam yang benar. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya halal itu jelas, dan haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat, yang banyak orang tidak mengetahuinya. Barangsiapa yang menjaga dirinya dari syubhat, maka ia telah membersihkan agamanya dan kehormatannya. Barangsiapa yang terjerumus dalam syubhat, maka ia telah terjerumus dalam haram” (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan memiliki sikap wara’, seorang Muslim dapat menghindari keraguan dan ketidakpastian dalam menjalani kehidupan mereka dan menjaga kemurnian agama dan moralitas mereka.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kesimpulan

Sikap wara’ merupakan salah satu prinsip penting dalam Islam yang membantu seorang Muslim untuk menjaga kesucian hati dan perbuatan mereka. Dengan memiliki wara’, seorang Muslim dapat menghindari perbuatan dosa dan maksiat, membangun kedekatan yang lebih dalam dengan Allah SWT, dan menghindari segala hal yang bersifat syubhat. Sikap wara’ adalah kunci untuk menciptakan kehidupan yang taat kepada ajaran Islam dan mendapatkan keberkahan dalam hidup kita. Semoga kita semua dapat menjadi hamba Allah yang memiliki sikap wara’ dan mendapatkan ridha-Nya di dunia dan di akhirat. Amin.

Robby Karman
Written By

Penulis, Peminat Kajian Sosial dan Keagamaan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait

Kajian

KITA TAHU negara muslim atau negara dengan mayoritas penduduk muslim saat ini rata-rata tertinggal dari negara-negara dari negara Eropa atau Asia Timur. Hal ini...

Kajian

Metode tafsir maudhu’i, juga dikenal sebagai metode tematik, adalah cara mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran yang memiliki maksud yang sama, membahas topik yang sama, dan menyusunnya...

Kabar

RUANGSUJUD.COM – Nama Nupur Sharma mendadak menjadi perbincangan publik. Pernyataan petinggi partai penguasa, Bharatya Janata Party (BJP) membuat kontroversi. Dalam sebuah debat di media Times Now, Sharma...

Opini

RUANGSUJUD.COM – Bagi kita semua kata taqwa tentu sudah bukan menjadi suatu yang asing, kata yang berasal dari Bahasa arab ini sudah melebur dalam tradisi...