Connect with us

Hi, what are you looking for?

Sirah

Kisah Umar Bin Khattab Tegur Prajurit Pemabuk


Pernah ada seorang prajurit Syam yang sangat ulung dalam peperangan. Namun, sayangnya, ia memiliki kebiasaan yang kurang baik yang akhirnya sampai ke telinga Umar bin Khaththab.

Umar, dengan rasa ingin tahu, bertanya kepada para rekan prajuritnya, “Apa yang bisa Anda katakan tentang Fulan ini?” Mereka menjawab dengan jujur, “Amirul Mukminin, dia seringkali terlibat dalam minuman keras.”

Mendengar kabar yang tidak mengenakan ini, Amirul Mukminin sangat terkejut. Tanpa ragu, ia memanggil sekretarisnya dan memerintahkannya untuk menulis surat kepada prajurit yang bersangkutan. Surat tersebut berisi pesan sebagai berikut:

Dari Umar bin Khaththab kepada Fulan bin Fulan.

Salam sejahtera bagimu,

Segala puji bagi Allah, yang tiada Tuhan selain-Nya, Dia yang Maha Pengampun dosa, Penerima tobat, dan sangat keras hukuman-Nya. Hanya kepada-Nya kita kembali.

Selain menulis surat, Umar juga berbicara kepada rekan-rekan prajurit si Fulan. “Mari kita bersama-sama mendoakan saudara kita ini agar hatinya dibuka dan ia bertobat,” ujarnya.

Surat dari Amirul Mukminin akhirnya sampai kepada sang prajurit. Dengan hati yang penuh haru, ia membaca surat tersebut berkali-kali. Surat itu membuatnya berpikir lebih dalam. Dalam refleksi pribadinya, ia berkata, “Allah yang Maha Pengampun dosa, Penerima tobat, dan sangat keras hukuman-Nya. Sungguh, Allah telah memberikan peringatan kepada saya tentang hukuman-Nya dan janji-Nya untuk mengampuni.”

Membaca surat tersebut membuatnya menangis. Itu adalah takdir Allah, yang akhirnya membuatnya meninggalkan perbuatan buruknya dan bertaubat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ketika kabar tentang pertobatannya sampai kepada Umar, Amirul Mukminin berkata, “Jika kita melihat saudara kita melakukan hal yang buruk, kita harus membimbingnya dan mendoakannya. Kita tidak boleh menjadi alat setan.”

Dengan kata lain, kita tidak boleh mencaci, merendahkan, atau mengejek orang-orang yang sedang terjerumus dalam dosa dan kemaksiatan. Mereka memerlukan panduan dan dakwah, bukan penghakiman.

Emilia Rahmah
Written By

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait

Kajian

KITA TAHU negara muslim atau negara dengan mayoritas penduduk muslim saat ini rata-rata tertinggal dari negara-negara dari negara Eropa atau Asia Timur. Hal ini...

Kajian

Metode tafsir maudhu’i, juga dikenal sebagai metode tematik, adalah cara mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran yang memiliki maksud yang sama, membahas topik yang sama, dan menyusunnya...

Kabar

RUANGSUJUD.COM – Nama Nupur Sharma mendadak menjadi perbincangan publik. Pernyataan petinggi partai penguasa, Bharatya Janata Party (BJP) membuat kontroversi. Dalam sebuah debat di media Times Now, Sharma...

Opini

RUANGSUJUD.COM – Bagi kita semua kata taqwa tentu sudah bukan menjadi suatu yang asing, kata yang berasal dari Bahasa arab ini sudah melebur dalam tradisi...