Connect with us

Hi, what are you looking for?

Hikmah

Larangan Berlebihan dalam Mengkonsumsi Makanan Menurut Perspektif Islam

Islam sebagai agama sempurna yang memberikan pedoman hidup dalam segala aspek kehidupan, tidak terkecuali dalam hal konsumsi makanan. Makanan adalah nikmat dari Allah SWT yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan bijak. Namun, dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan keinginan, Islam memberikan larangan terhadap perilaku berlebihan dalam mengkonsumsi makanan. Artikel ini akan membahas larangan-larangan tersebut berdasarkan ajaran Islam.

1. Pemborosan (Israf)

Islam mengecam keras pemborosan dalam segala bentuk, termasuk dalam konsumsi makanan. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah Al-A’raf (7:31), “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Mengkonsumsi makanan lebih dari kebutuhan merupakan bentuk pemborosan yang dilarang dalam Islam. Umat Muslim diajarkan untuk bersyukur atas nikmat Allah dan menjaga keseimbangan dalam menggunakan karunia tersebut.

2. Kelebihan Berat Badan dan Kesehatan

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba makan makanan yang lebih buruk daripada perutnya bisa menampung, cukuplah baginya beberapa suap untuk memelihara kekuatannya, jika tidak, hendaklah dia membagikannya dengan istri dan anak-anaknya.” (HR. Ahmad)

Islam menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan berakhlak baik dalam konsumsi makanan. Kelebihan berat badan yang disebabkan oleh makanan berlebihan dapat merugikan kesehatan dan menjauhkan diri dari kewajiban beribadah.

3. Menghormati Ketersediaan dan Pilihan Makanan

Islam mengajarkan umatnya untuk menghormati ketersediaan dan pilihan makanan. Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah salah seorang di antara kalian, apabila makan, membagi-bagikan makanannya kepada yang lain, dan apabila minum, hendaklah dia membagi-bagikan minumannya kepada yang lain.” (HR. Bukhari)

Larangan berlebihan juga mencakup sikap sombong dalam memilih makanan atau merendahkan jenis makanan tertentu. Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk bersikap rendah hati dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah.

4. Puasa Sebagai Pembatas Konsumsi

Puasa dalam Islam bukan hanya sebagai ibadah, tetapi juga sebagai pembatas konsumsi makanan. Puasa mengajarkan umat Muslim untuk mengendalikan nafsu dan menghargai nikmat makanan dengan cara tidak berlebihan.

Dalam rangka menjaga keseimbangan dan kesehatan, Islam memberikan konsep puasa sebagai bentuk disiplin diri dan pengendalian nafsu konsumsi makanan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kesimpulan

Dalam Islam, larangan berlebihan dalam mengkonsumsi makanan tidak hanya bersifat fisik tetapi juga mencakup aspek spiritual dan moral. Umat Muslim diajarkan untuk bersyukur, menghormati, dan menjaga keseimbangan dalam konsumsi makanan. Dengan mematuhi prinsip-prinsip ini, umat Muslim dapat hidup sehat dan berakhlak baik sesuai dengan ajaran agama Islam yang mulia.

Robby Karman
Written By

Penulis, Peminat Kajian Sosial dan Keagamaan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait

Kajian

KITA TAHU negara muslim atau negara dengan mayoritas penduduk muslim saat ini rata-rata tertinggal dari negara-negara dari negara Eropa atau Asia Timur. Hal ini...

Kajian

Metode tafsir maudhu’i, juga dikenal sebagai metode tematik, adalah cara mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran yang memiliki maksud yang sama, membahas topik yang sama, dan menyusunnya...

Kabar

RUANGSUJUD.COM – Nama Nupur Sharma mendadak menjadi perbincangan publik. Pernyataan petinggi partai penguasa, Bharatya Janata Party (BJP) membuat kontroversi. Dalam sebuah debat di media Times Now, Sharma...

Opini

RUANGSUJUD.COMĀ – Bagi kita semua kata taqwa tentu sudah bukan menjadi suatu yang asing, kata yang berasal dari Bahasa arab ini sudah melebur dalam tradisi...